A Niqabi’s Diary

niqabi in masjid nabawi

I believe when we wear niqab, we unofficially represent one of millions niqabis out there. Kita, membawa sebuah misi.. Memperkenalkan syari’at cadar dan sunnah yang mulia ini kepada masyarakat.

Sebuah syari’at yang masih dianggap asing, aneh dan nyeleneh. Bahkan bagi sebagian orang, dianggap seram dan menyeramkan.

Ketika kita memutuskan untuk menutup wajah dengan cadar, kita memang tidak mewakili para muslimah bercadar di seluruh dunia. Kita dengan segala kekurangan dan kedhaifan yang dimiliki, tetaplah manusia biasa yang bisa berbuat salah dan dosa.

Tapi coba posisikan diri kita sebagai orang awam yang betul-betul asing dengan syariat cadar..

Kita hanya melihat seorang wanita bercadar dengan segala kepribadiannya. And some people in this case, become more judgemental. Maybe because of their wrong mindset about Islam itself.

Ketika mereka melihat muslimah bercadar yang membuang sampah sembarangan atau tidak ramah ketika disapa, mereka langsung memberi cap,

“Orang bercadar itu jorok ya..”

“Orang bercadar itu jutek nggak ada ramah-ramahnya..”

“Orang bercadar itu genit-genit ya.. Buat apa pakai cadar, selfie-selfie trus diupload di sosial media? Aneh deh..”

“Udah bercadar, tapi kok….”

Dan sejumlah perilaku negatif para niqabis yang tertangkap mata manusia lainnya.

Padahal yang hobi buang sampah sembarangan, jutek, dan hobi selfie bukan hanya wanita bercadar aja kan?🙂

Setelah bercadar, harusnya berubah menjadi lebih baik

Setelah bercadar dan berhijab lebar, idealnya akhlak dan perilaku ada perubahan ke arah yang lebih baik. Karena rasa malu dan cadar yang ia kenakan mencegahnya dari perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslimah bercadar. Idealnya..

Tapi menurut saya, semua kembali ke tipikal orangnya…

Ada yang memang berkepribadian ramah. Bercadar atau tidak, memang sifatnya ramah dan menyenangkan. Dimanapun, kapanpun, selalu menyapa orang yang dijumpainya dengan hangat.

Ada yang memang tipe kurang menjaga kebersihan. Buang sampah sembarangan, tidak peduli akan kelestarian lingkungan. Bercadar atau tidak, memang seperti itulah sifatnya.

Ada yang memang tipe hobi tampil, narsis dan eksis. Tanpa malu-malu selfie di manapun, dengan lirikan mata menggoda dan body language yang aduhai. Lalu diupload di sosial media. Bercadar ataupun tidak, memang sifat aslinya seperti itu.

Namun, tidak semua orang paham yang demikian. Tidak semua orang paham, terutama yang  sangat awam, bahwa yang segelintir itu hanyalah ‘oknum’ dan tidak mewakili keseluruhan wanita yang menutup wajahnya dengan cadar.

Pengikut kebenaran tidak lantas menjadi tolok ukur kebenaran itu sendiri. Islam is perfect, but Muslims are not. Don’t get confused.

Andai mereka tahu, di antara para ‘oknum’ tersebut, masih banyak wanita-wanita bercadar yang bagaikan mutiara dalam cangkang. Tertutup lagi indah mempesona. Tawadhu’ dan tidak ingin tampil dikenal manusia. Akhlak dan lisan mereka terjaga. Mereka teguh dengan prinsipnya, tidak tergerus arus peradaban zaman yang membuat para wanita menanggalkan rasa malu mereka.

Hijab is to cover your outer beauty and beautify your inner character…

Maka ketika kita memutuskan untuk menggunakan cadar, bertekadlah untuk turut memperbaiki sifat dan kepribadian kita. Ketika keluar rumah berpapasan dengan tetangga, sapalah lebih dulu dengan hangat. Perbaiki tutur kata dan sikap ketika berinteraksi dengan orang lain.

Jauhi perbuatan yang dapat merendahkan harkat dan martabat kita sebagai seorang muslimah. Hakikat cadar adalah menutupi perhiasan lagi menghindari fitnah. Lalu untuk apa setelah ditutup, kita tampilkan kembali dalam aneka pose selfie yang justru menampilkan kembali apa yang telah kita tutup dan membuka lebar-lebar pintu fitnah? Entah jika niatnya adalah tertutup tapi ingin terlihat.

Bersabarlah terhadap gangguan manusia.. Bahkan ketika dipandang dengan tatapan aneh bahkan melecehkan, balaslah dengan senyum meski di balik cadar.

Selalu berusaha meniru akhlak dan sabarnya Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi wa Sallam  ketika ada kaum yang menolak dakwah, melecehkan, bahkan malah menzhalimi beliau,

“Yaa Rabb, sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti…”

Terkadang dalam kesabaran, hikmah dan kelembutan akhlak yang kita tunjukkan, Allah berkenan melembutkan hati mereka untuk menerima kebenaran.

Being a niqabi doesn’t mean we are flawless…

Wanita bercadar dengan segala kepribadiannya bukan parameter kebenaran. Bukan pula berarti mewakili keseluruhan muslimah yang menggunakan niqab. Bukan pula setelah menggunakan cadar, mereka bertransformasi total menjadi seorang manusia dengan kepribadian tanpa cela dan dosa.

Wanita bercadar…

Mereka juga bisa berbuat salah dan khilaf. Mereka bisa terjatuh dalam akhlak dan adab yang kurang baik. Mereka mungkin memiliki banyak ilmu, tapi belum mengamalkan ilmunya dengan sempurna.

They are only human, after all. Just like the rest of us.

Dan seperti manusia lainnya, kami terus berproses untuk menjadi muslimah yang lebih baik. I hope.. Not only process, but progress.

Semoga Allah lembutkan hati-hati kita untuk menerima kebenaran dan nasehat demi perbaikan diri dan umat. Insya Allah🙂

—Meutia Halida, dikutip dari postingan Facebook setahun yang lalu, Mei 2016..

© aisyafra.wordpress com

[ image source: Tumblr ]

4 thoughts on “A Niqabi’s Diary

  1. Assalamualaikum mba~..
    Saya pengunjung baru.. Blognya bagus dan penyampaian kata-katanya enak banget, insya allah bisa ngga sih mba ijin share postingannya??😀

  2. Assalammualaikum ukhty,
    izin share, ukhty kalo kita itu selfie cadaran tp nggak di upload di media apa pun,cuma konsumsi sendiri,gimana menurut pendapat ukhty. jazakumullah ukhty

    • Waalaikumussalam.. Silakan ukhti..

      Mengenai hukumnya saya tidak tahu ukhti.. Namun sebaiknya kita tidak menjadikannya kebiasaan, karena jika sewaktu-waktu hp atau gadget kita hilang, foto-foto tsb bisa saja jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggungjawab.

      Wallahu Ta’ala A’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s