K-E-P-O

“Jangan sembarangan searching atau googling. Jangan sembarangan berselancar di dunia maya untuk mencari dan menemukan calon istri. Mestinya anda mencari di majelis taklim, di forum pengajian, di organisasi kebaikan, di lembaga-lembaga yang terpercaya.

Kalau anda mencari di dunia maya, dikhawatirkan mendapatkan calon istri yang maya. Akun palsu, status palsu, foto palsu, kepribadian palsu, alamat palsu, keterangan palsu, kegiatan palsu. Semua serba mudah dipalsukan di dunia maya.

Berhati-hatilah. Jangan sembarangan searching dan googling untuk urusan sepenting ini. Carilah di tempat-tempat yang terhormat. Carilah dengan cara yang bermartabat.”

(Cahyadi Takariawan)

Pagi ini sebuah link tulisan yang sangat apik mampir di news feed Facebook saya. Tulisan yang berjudul “Panduan Searching dan Googling Calon Istri” ini membawa kembali ingatan saya pada prosesi ta’aruf yang saya dan suami jalani beberapa tahun silam..

Back to the most memorable moments of 2007…

Dulu, sosial media belum hits seperti sekarang. Di circle pertemanan saya, hanya beberapa saja yang punya akun sosmed. Waktu ta’aruf, saya lebih dulu kenal dengan calon suami secara offline alias langsung bertatap muka.

Setelah ketemu karena beliau adalah customer saya yang menjahitkan baju untuk ibundanya, ternyata beliau berminat untuk menjalani prosesi ta’aruf dengan saya melalui perantara temannya. Proses dimulai, baru kemudian saya cari profilnya di dunia maya.

Jaman itu our mutual social media account hanya Friendster. Saya lihat profil Friendster-nya. Sepi dan jarang diupdate. Sederhana nggak neko-neko. Nggak banyak pula temannya.

Ah, bukan social media addict rupanya. Alhamdulillaah. Poin pertama lulus.

Kemudian saya cari tahu lebih banyak dari sahabat dekatnya yang pernah safar dengannya, pernah nginep di tempatnya, pernah duduk bareng di majelis ilmu bersamanya. Saya kepoin semua tentang beliau.

Sifat-sifatnya, kepribadiannya, plus-minusnya, bagaimana beliau kalau sedang marah, sampai kebiasaannya yang sangat sepele pun, saya ketahui dari sebelum menikah.

Saya wajib tahu siapa laki-laki yang akan saya nikahi.

Saya berhak mencari dan menerima informasi sebanyak-banyaknya tentang calon ayah dari anak-anak saya kelak.

Saya wajib kepo bagaimana sifatnya, karakternya, akhlaknya, caranya berinteraksi dengan wanita yang bukan mahramnya, sampai kepada cara ia memperlakukan ibu dan saudara perempuannya.

Bagi saya itu penting. Amat sangat penting. In this case, being picky is a must. Biarlah orang bilang saya terlalu pemilih atau terlalu idealis dalam menentukan kriteria. I really don’t mind.

Well, this is my life. Yang menjalani hidup saya, susah dan senangnya, suka dan dukanya.. Adalah saya nantinya. Saya merasa bertanggungjawab penuh atas pilihan yang saya buat. Jadi saya tak lagi memusingkan apa kata orang.

soulmate..

Mengapa saya sangat berhati-hati sekali dalam menentukan sang laki-laki pilihan?

Karena saya tidak mau beli kucing dalam karung.

Saya tidak mau tertipu dan menjadi korban PHP laki-laki.

Saya tidak mau  gambling  dalam memilih imam bagi saya dan anak-anak saya kelak.

Saya tidak mau mempertaruhkan agama, masa depan dan impian-impian saya untuk sesuatu yang sebetulnya bisa saya cari tahu, tapi saya tidak mau.

Saya berusaha untuk cermat dalam menakar dan menimbang..

“Is he the one I’ve been looking for my whole life?”

Dan setelah hampir 9 tahun mengarungi biduk rumahtangga yang jatuh tepat di bulan ini bersamanya…

Alhamdulillaah, saya tidak pernah menyesal.

~ Jakarta, 1 Agustus 2016… bingkisan istimewa di 9 tahun pernikahan.

Β© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

11 thoughts on “K-E-P-O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s