Karena Cantikmu Itu, Berharga…

flower..

Adik-adikku tersayang yang aku cintai karena Allah…

Jangan biarkan momen bahagiamu, entah itu menikah, wisuda, atau berbagai momen penting lainnya, membuatmu rela membagi kecantikanmu dengan laki-laki yang bukan mahrammu.

Kalian yang biasanya tertutup dan tersembunyi, tidak pernah mengunggah foto diri, kini tiba-tiba muncul cantik dengan make up dan busana yang istimewa di hari bahagia kalian.

“Ternyata ini toh wajah aslinya.. Ayu yaa.. Cantik. Sayang kalo ditutup..”

Begitu kata sebagian orang.

Adik-adikku tersayang, saudari-saudariku fillaah…

Jika bukan karena cinta, tak akan kukatakan ini semua. Jika bukan karena sayang, tak akan sepeduli ini aku pada kalian.

Aku paham, engkau tengah berbahagia.

Engkau bagai sedang berada di puncak dunia. Engkau ingin semua orang bisa merasakan bahagiamu. Engkau ingin mengabadikan saat terindahmu.

Tapi, bahagia bukan berarti mengorbankan rasa malumu. Bahagia bukan berarti engkau bebas dan boleh berbuat sesukamu. Bahagia bukan pembenaran atas satu kesilapan.

“Ah, cuma sehari ini aja. Biasanya nggak pernah, kan? Besok aku hapus, deh.”

Sekali engkau unggah wajah cantikmu di dunia maya, tak akan pernah bisa engkau menghapus seluruh jejaknya. You already know that internet never forgets. Jemari itu terlalu sigap untukmu.

Dan setelah pesta bahagia itu usai.. Ketika engkau kembali tersembunyi dalam foto tanpa wajahmu..

“Sekarang diumpetin, kemarin dibuka. Udah tahu kok wajahnya. Udah nggak penasaran lagi..”

Itu kata mereka.

Adik-adikku yang tengah berusaha istiqamah menggenggam hidayah…

Ingatlah bahwa tipu daya syaithan itu amat halus. Dia berusaha menggelincirkan kita dengan bermacam cara. Jika kita tidak waspada, maka kita bisa terjatuh dalam satu dosa tanpa kita menyadarinya.

Pertama ia membujukmu untuk memperlihatkan wajahmu di momen-momen spesial. Kemudian setelah banyaknya pujian dan sanjungan yang datang, ia membujukmu untuk sekali lagi memperlihatkannya di momen spesial lainnya. Dan ketika engkau mulai bimbang, syaithan tahu bahwa ia telah menang.

Aku menyaksikan sendiri proses futurnya seorang teman. Dulu ia menutup rapat dirinya di sosial media. Tak ada satupun fotonya di dunia maya. Kemudian, tibalah saat ia menikah. Ia mengunggah foto dirinya sedang bersanding di pelaminan dengan suaminya tercinta.

Tak lama berselang, ia pergi liburan untuk berbulan madu. Kali ini tanpa malu-malu ia memajang foto dirinya, lengkap dari atas sampai bawah, bahkan dengan berbagai pose. Dan bisa ditebak, akhirnya ia tak lagi enggan untuk ber-selfie ria. Hingga saat ini.

Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbi ‘alaa diinik… 😥

Adik-adikku tersayang yang tengah meniti jalan hijrah…

Sungguh hati ini lemah, sedang fitnah begitu kencang menyambar-nyambar. Siapa yang dapat menjamin bahwa kita akan tetap istiqamah sampai akhir hayat? Sungguh  mempertahankan hidayah itu jauh lebih sulit dari meraihnya.

Allah Maha Pembolak Balik Hati, maka mintalah kepadaNya agar hatimu diteguhkan dalam kebenaran. Betapa banyak manusia yang diberikan petunjuk, kemudian kembali berpaling dalam hiruk pikuk kejahiliyahan setelah hidayah datang menyapanya..

Wal’iyadzubillaah..

Adik-adikku tersayang, yang tidaklah aku menyayangimu melainkan karena Allah…

Mahalkan dirimu. Lawan godaan untuk tampil itu. Bebaskan dirimu dari rasa ingin dipuji dan dikagumi lelaki. Jangan biarkan potret wajahmu berserakan di dunia maya. Pegang teguh prinsipmu, bahwa cantikmu, hanya untuk suami dan mahrammu.

“My beauty is only for my husband to see, not the world.”

Aku tidaklah lebih baik darimu. Aku pun masih berproses untuk menjadi lebih baik. Aku masih terus butuh diingatkan dan dinasehati. Aku bukan manusia sempurna tanpa cela.

Maka kukatakan kepadamu…

Inilah bukti cintaku. Bukti cintaku adalah nasehatku. Aku tak rela kalian kehilangan rasa malu. Aku tak ingin kalian mengobral milik kalian yang paling berharga.

Dan salah satu tanda cinta adalah ketika seseorang menginginkan kebaikan untuk saudaramya seperti ia menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri.

Adik-adikku tersayang yang sedang berproses menuju shalihah…

Sadarilah olehmu.. Cantikmu itu, ia tak ternilai oleh materi. Tak sembarang orang boleh menikmati cantikmu. Hanya yang terpilih yang boleh menikmati dan memilikinya.

Karena cantikmu itu berharga. Seluruh harta di dunia tidak akan pernah bisa untuk membelinya. Oleh sebab itulah Allah memerintahkanmu untuk menjaga dan menutupnya.

Untuk adik-adikku tersayang di jalan Allah…

Sungguh hidayah ini sangat mahal. Tak semua yang telah meraihnya, bisa mempertahankannya. Harapanku, semoga rahmat Allah senantiasa tercurah atasmu dan atasku, dan mengampuni dosa-dosa yang pernah kita perbuat di masa lalu.

Uhibbukunna fillaah ❤

~ Jakarta, on a fine Sunday morning after the rain.. end of August 2016.

© aisyafra.wordpress.com

[ image source:  My Tumblr ]

3 thoughts on “Karena Cantikmu Itu, Berharga…

  1. iya Mbak,.
    cinta adalah kepedulian dan nasehat adalah buktinya..
    terkadang di beberapa keadaan memang yang dihadapi memang berbeda-beda mbak, keadaannya ngga sama. tapi sederhananya, apa yang tidak bisa diambil seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya..
    semoga kedepan semakin dimudahkan langkah2 kita menuju kebaikan, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat. insyaAllah🙂

    • Aamiin..

      Sepakat.. Jika sudah berusaha namun terkondisikan untuk tidak bisa menolak, qaddarullaah wa maasya’a fa’al. Allah Maha Tahu kadar kesanggupan hambaNya..

      Yang sangat disayangkan adalah jika seorang akhwat yang biasa tertutup dan tersembunyi di sosial media, sengaja memajang foto wajahnya di momen-momen bahagianya, tanpa udzur syar’i.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s