Depok, Hujan dan Sore Hari

city-and-rain

Ahad kemarin, saya dan adik, beserta si bungsu Fiqar, jalan-jalan ke kota Depok. Mengunjungi bazaar di satu toko buku yang cukup terkenal di tepi jalan Margonda, lalu mampir ke mall yang berada tepat di depannya. Ketika hendak pulang, kami disambut hujan yang cukup deras.

Continue reading

Advertisements

Beauty in Simplicity

beautiful-things

When it comes to style and fashion, I am a plain simple woman. Dari dulu model khimar dan gamis ya begini-begini aja. Nggak pernah berubah. Meski bisa bikin baju model macem-macem, tetap aja dari dulu nggak suka eksperimen ganti model yang aneh-aneh.

Continue reading

Ustadz Dunia Maya

glasses

Gelar ‘ustadz’ atau ‘ustadzah’ itu sangat berat tanggung jawabnya. Terlebih jika ilmu yang dimiliki masih sangat jauh dari mumpuni. Demikian juga dengan pengamalan dari ilmu yang telah diketahui.

Banyak yang menggelari seseorang dengan ‘ustadz’ atau ‘ustadzah’ hanya karena terkenal di dunia maya. Postingannya banyak di-like, dikomentari dan di-share. Tanpa tahu mereka mengambil ilmu dari mana, belajar dengan siapa, kitab-kitab apa yang menjadi rujukannya.

Continue reading

Agree to Disagree

pen and note book

Ketika kita mengunggah sesuatu ke ruang publik, baik online maupun offline, kita sudah harus siap dengan segala reaksi yang mungkin timbul. We should ready for the consequences.

Siap dengan segala pro dan kontra. Karena, tidak semua orang suka atau setuju dengan apa yang kita ucapkan atau lakukan.

Ketika sesuatu yang kita lontarkan di ruang publik menuai berbagai komentar, baik itu yang pro maupun yang kontra, ya keep slow aja.

Continue reading

Independent Woman

she-is-you

“I was told I was dangerous. I asked why, and their response was, “because you don’t depend on anyone.” And I smiled.” ~Unknown

Sebagian orang bilang…

“Perempuan itu kalau sudah biasa mandiri, bahaya.. Bisa lupa diri akan kedudukannya sebagai perempuan yang harusnya dipimpin oleh laki-laki..”

Atau…

“Perempuan yang biasa mandiri itu, biasanya disepelekan sama laki-laki. Dianggap terlalu perkasa, bisa mengerjakan semua hal tanpa bantuan. Jadi semua tugas diserahkan kepadanya, padahal lelakinya mampu mengerjakannya..”

Continue reading