Stop Judging, Start Encouraging

battle

“If we all understood that everyone has their own battles to fight, insecurities to face, loves to contend and goals to attain, the world would be a greater place.” ~Unknown

Siang ini saya menemukan postingan yang… so sad but true ini di news feed FB. Membacanya membuat saya menghela napas dalam-dalam. Dan tetiba teringat akan pengalaman beberapa saat lalu..

Ceritanya waktu itu saya menjenguk teman yang baru saja melahirkan anak pertamanya. Nggak sengaja dengar ibu lain yang juga tengah menjenguk berkomentar begini:

“Mbak Fulanah sekarang badannya lebar banget yaa.. Padahal pas dulu belum nikah langsing banget lhoo..”

Hih. Dengernya kzl banget. But I managed to stay cool. Walo dalem hati pengen banget ngelempar ibu itu pakai sandal.

Pas masuk ke kamar dan cuma tinggal berduaan..

“Mbak, yang tadi jangan didengerin ya.. Nggak usah mikir mau ngurusin badan kayak masih single dulu, udah sekarang fokusnya ngasih ASI buat babynya aja. Biarin aja dibilang melar.. Toh yang ngomong gitu badannya malah jauh lebih melar dari Mbak…”

Wkwkwkwkwkw..  #smirk

Di lain waktu, kami bertemu lagi. Dia cerita anaknya dibanding-bandingin sama anak lain. Katanya kok anaknya badannya kecil, nggak gembul kayak anak tetangga.

Sampai ada kalimat begini,

“Bayinya kok jarang diajak keluar, Mbak? Sakit-sakitan ya jadi diumpetin aja di rumah?”

Whatttt….?!! #ngasahgolok

Sambil nahan rasa kzl yang sampe ke ubun-ubun.. Saya mencoba menenangkannya..

“Tiap ibu, kondisi dan perjuangannya beda-beda, Mbak.. Tiap anak juga begitu. Perkembangan dan milestonenya beda-beda. Jangan suka dengerin kata orang ya Mbak….

Mereka nggak tau masalah yang kita hadapi seperti apa, bisanya cuma menilai dari luar aja. Harus banyak tutup kuping sama omongan negatif. Cuek ajaa.. My kids, my rules!”

Padahal saya tahu Mbak Fulanah ini tengah berjuang mengatasi alergi berat yang diderita oleh anaknya. Harus bolak balik ke RS karena pencernaan si baby yang sangat sensitif, jadi nggak boleh makan sembarangan.

Duh, Ibu…

Harusnya kita menyemangati ibu lainnya, bukan malah membuatnya merasa tidak berharga. Kemana hilangnya rasa empati antara sesama wanita, antara sesama ibu yang pernah merasakan beratnya mengasuh dan membesarkan anak.

Stop judging, start encouraging. Fight battles together, instead of fighting each other. Have a heart and be kind, always. We never know what kind of battle they are fighting for.

~ Jakarta, October 2016.. A deep reminder for me and all mothers in the world.

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

2 thoughts on “Stop Judging, Start Encouraging

  1. Heu.. setuju banget mbak..
    Ini saya lagi hamil ngerasain banget digempurin omongan orang2.. lebih banyak judgingnya drpd supportnya.. Sebel sedih males jadinya. Meski bisa sekalian buat latihan sabar & senyum juga sih.. 😊

    • Dibawa sabar dan santain aja mbak.. Namanya juga omongan orang. Serba salah. Diikutin, salah. Nggak diikutin, salah juga. Cuek aja, hehehe…

      Kalo memang dirasa mengganggu sekali, nggak papa kok sesekali kita tegur dengan bahasa yang santun tapi tetap mengena. Ben kapok, hehehe 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s