Me Time, Yay or Nay?

diary

Sebagian orang berpendapat bahwa seorang ibu, tidak perlu yang namanya “me time”. Cukup dengan menghabiskan waktu bersama anak-anak saja sudah membuatnya utuh dan bahagia, tidak perlu waktu khusus untuk diri sendiri.

Ada juga yang berpendapat bahwa “me time” sangatlah penting. Seorang ibu perlu memiliki waktu untuk menyendiri, mengaktualisasikan diri dalam kegiatan yang ia sukai. Membantunya agar tetap fresh dan bersemangat dalam menjalankan kewajibannya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.

So “Me Time”…

Yes or no? Perlu atau tidak?

In my opinion, it depends. Kembali kepada karakter masing-masing dan tergantung bagaimana kita memaknainya.

Ada tipe wanita yang kurang suka melakukan hobi, rutinitas harian bersama keluarga sudah cukup baginya. Namun, ada juga tipe wanita yang memiliki hobi tertentu dan kegiatan sampingan di mana mereka dapat mengaplikasikan minat dan bakat dalam dirinya.

Kalau “Me Time”-nya semisal menuntut ilmu, ikut dauroh ilmiyah, kelas parenting, seminar yang bermanfaat.. Bukankah justru poin tambah bagi skill kita sebagai ibu profesional?

“Me time” bagi seorang wanita muslimah bukan berarti melarikan diri (meski sejenak) dari tanggung jawab. Karena bagi seorang muslim tiap detik bernilai ibadah, maka me time-nya pun harus yang bernilai ibadah, aktifitas yang justru mendekatkannya kepada Allah dan bukan sebaliknya.

For some moms (like me), sometimes “Me Time” is just a simple thing.

Seperti mandi dengan tenang selama 10 menit tanpa gangguan, baca buku dengan khusyuk, baking, sewing, ngeblog dengan santai, nulis jurnal harian tanpa interupsi, etc. 

Bisa makan dengan khidmat ketika perut mulai kukuruyuk, belanja kain ke Tenabang seharian, atau pergi ke kajian bareng teman tanpa membawa anak.

Or maybe, bisa duduk di kajian ilmu, mencatat dan menyimak dengan khusyuk, atau jalan-jalan belanja bulanan ke supermarket atau pasar tradisional, bertukar peran mengasuh anak sementara dengan suami aja rasanya udah sesuatu banget bagi saya.

Simple, tapi bikin fresh banget setelahnya. Dan ya, bikin kita jauh lebih ‘waras’. Yeaayyy! ^^

“Kepikiran nggak sih kalo ninggalin anak-anak buat ikut dauroh muslimah, misalnya?”

Kepikiran? Wajar banget lah, kalo nggak kepikiran itu nggak normal namanya😀

Waktu dauroh kemarinpun rasanya kangennn sama anak-anak.. Di sela-sela waktu rehat makan siang keingetan mereka. Secara nggak biasa pisah dari mereka barang seharipun. Jadi berasaaa banget ketika harus jauh dari mereka meski hanya beberapa jam saja.

Tapi saya mikir gini.. Pas lagi terasa berat dan kangen mendadak, coba direnungkan lagi.. Dauroh ilmiyah, majelis ilmu, seminar dan yang sejenisnya kan manfaatnya buat mereka juga insya Allah..

Asal sebelum berangkat rumah udah dirapiin, kerjaan udah kelar, makanan udah tersedia, cemilan udah lengkap. Jangan lupa, sebelum berangkat pesan sama anak-anak,

“Ummi mau ngaji dulu ya, mau belajar supaya Ummi jadi lebih pinter. Kakak sama adek nurut sama Abi ya di rumah. Bobo siang, makan, sore boleh main, jangan berantem.. Jadi anak yang baik ya nak, okeh?”  *kecup atu-atu 😘

Kerjasama dengan suami penting banget dalam hal ini. Suami yang supportif insya Allah paham dan mendukung kegiatan yang bisa meng-upgrade diri kita untuk terus menerus berproses untuk menjadi pribadi, ibu dan istri yang lebih baik.

Because family is a teamwork. And we need a little time away sometimes, a little space on our own. Not to escape from any responsibility but to renew, revitalize and refresh this motherhood spirit.

Semangka kakaa! ^^v

*Terinspirasi dari obrolan di grup Whatsapp dengan para ibu-ibu keceh pagi ini.

—Jakarta, repost status FB January 2015

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

8 thoughts on “Me Time, Yay or Nay?

  1. “mandi dengan tenang selama 10 menit tanpa gangguan, baca buku dengan khusyuk, baking, sewing, ngeblog dengan santai..” sama mbak me time nya, apalagi kalau mandinya bisa lebih lama lagi, plus luluran/creambath *ehh

  2. Kadang bantuk ‘me time’ nya ke toko buku sendiri.. naik angkot tanpa ada yg kita kenal ( bisa khidmat menatap keluar jendela dengan banyak renungan2 yg terputar di kepala ^^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s