Tahun Baru ke Mana? Di Rumah Aja :)

new-year

Beberapa hari terakhir ini, suara terompet dan petasan mulai mewarnai suasana malam. Pedagang jagung, kembang api dan terompet banyak bermunculan di pinggir jalan. Pertanda malam pergantian tahun segera menjelang.

Sejak kecil sampai sekarang, alhamdulillah saya nggak pernah yang namanya ngerayain tahun baru. Ortu juga nggak pernah membiasakan turut dalam perayaan. Udah tau sih itu nggak boleh. Tasyabbuh kaum kuffar.

Jadi tiap tahun baru, paling ya cuma tidur atau nonton. Nggak mesti pergi kemanaaa gitu buat ngerayain. Kalo pas mau pergi ya perginya juga buka karena merayakan tahun baru. Biasa aja seperti hari-hari lainnya. Nothing special.

Dan berhubung saya ini anak rumahan yang jarang keluar rumah, ya fine-fine aja tuh tahun baruan nggak kemana-mana. Nggak ngerasa kuper karena teman-teman pada bikin acara di luar rumah, atau latah bakar petasan dan niup terompet.

Entahlah, buat saya hal-hal tersebut hanya wasting time aja. Hura-hura, sia-sia, dosa pula. Mending baca buku atau nulis deh. Masih banyak hal bermanfaat yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang saat liburan.

Waktu pergantian tahun 2010 ke 2011, kami pernah liburan acara family gathering dari kantor suami, nginap di villa kawasan Puncak. Sore-sore habis Ashar kita jalan deh keliling, cari cemilan. Nggak taunya suasana sekitar udah heboh aja.

Weleh…

Ternyata tahun baruan di tempat-tempat rame itu seperti ini toh. Rameee dan macet. Muda mudi pada mojok dan make out di keramaian. Hingar bingar suara musik, petasan, terompet, dan kembang api dimana-mana. Gaduh banget.

Secara selama ini tiap tahun baru ya stay di rumah aja. Nggak pernah bikin acara di luar dan malah sengaja menghindari keluar rumah di malam tahun baru. Jadi agak shock culture (halah) dengan fenomena tahun baruan di luar rumah.

Senang? Happy? Excited?

Nggaklah. Malah ngeri, khawatirnya pas lagi berada di tempat penuh maksiat seperti itu, azab Allah turun. Duh… Na’udzubillaah min dzalik. Saat itu, suami mengajak saya untuk banyak-banyak beristighfar  😦

Waktu itu kantor suami juga ngadain acara barbeque bareng. Kita sih nongol aja bentaran, setor muka. Wkwkwk. Karena nggak betah lama-lama ikut acara—nggak dari hati alias terpaksa—langsung deh kabur masuk ke villa.

Nggak lama ada teman suami yang nganter sate, soalnya tadi belum kelar acara kita udah cabut. Ahahaha.. Pas banget kita masih laper. Jadilah makan sate sambil nonton TV. Trus tidur deh sampe pagi.

Buat saya, malam tahun baru ya sama aja seperti malam-malam lainnya. Emang ada yang beda gitu? Paling ganti kalender Masehi aja kan? Kecuali besok paginya 1 Januari langsyung berubah jadi milyuner.

Nah itu baru deh epic 😛

~ Jakarta, last morning of 2016.. I’m a Muslim, and I don’t celebrate new year’s party 🙂

© aisyafra.wordpress.com

[ image source:  Pinterest ]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s