Keep Moving Forward!

move-on-2

Dear Ukhti…

Jangan mau terus-terusan memberi udzur..

Atau selalu meminta  diberi udzur untuk sebuah kesalahan yang sama.

Jadilah mukmin yang kuat lagi taat.

Kuat melawan semua godaan hawa nafsu dan bisikan syaithan..

Yang senantiasa mengajak kepada kemaksiatan.

Yang senantiasa mencegah kita dari kebaikan.

Taat pada perintah Allah dan RasulNya, sami’na wa atha’na.

Karena yang haram tetaplah haram..

Meski dihias dan dibungkus dengan label syar’i.

Dan yang benar tetaplah benar…

Meski seluruh manusia benci dan memusuhi..

Yuk, jadi mukmin yang bersegera kepada ketaatan dan kebaikan.

Jangan jadi mukmin yang lemah, apa-apa minta dimaklumi dan diberi udzur.

Padahal sudah bertahun-tahun ngaji..

Sudah bertahun-tahun kenal sunnah..

Sudah bertahun-tahun hijrah.

Move forward, don’t ever look back.

Yakinkan diri bahwa kita mampu melesat maju dan berprogress…

Bukan hanya jalan di tempat 😊

 

~ Jakarta, on a lovely morning of January 2017.. a deep reminder for myself ~

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

Advertisements

4 thoughts on “Keep Moving Forward!

    • Iya T.T

      Selama kenal Sylvi aku blm pernah liat Sylvi upload foto diri.. Kok yang udah bercadar malah seperti dapet free ticket untuk selfie dg berbagai pose yang maaf, memalukan.

      Aku yang liat aja malu kok 😦

      Hadanallaah wa iyyahum..

      • yang ngeliat aja malu.

        baca komentar temen2 yg udah nasehatin katanya mereka di block. piye karepe kok ngga mau dinasehatin ? :(. kok sampe ‘keras’ banget membela diri mereka sendiri.

        sakjane aku binggung kak, gt itu apa org yg butuh pengakuan dr publik ya ?

        dan hati kecilnya berkata apa ya ketika dinasehatin 😦

        foto pake topi, mesra sama suami, muter2, lama2 nari2 deh tu pake cadar :(. allahu rabbi..

        smg Allah senantiasa memberi hidayah untuk kita semua …

        • Musibah ini, Syl. Terutama untuk akhwat yang baru hijrah dan kenal sunnah, keilmuan masih sangat sedikit. Fitnah dan syubhat mudah sekali masuk. Mudah terbawa.

          Bisa jadi karena circle pertemanan mereka ya begitu semua, saling mendukung dan memaklumi kesalahan. Alih2 menasehati, malah saling membela dan melindungi ketika salah seorang dari mereka dinasehati dan diingatkan.

          Dan perhatikan deh, rata2 mereka ini berlindung di balik kata ‘proses’. “Maklumilah karena sedang berproses.”

          Seolah nasehat itu hanya boleh diperuntukkan bagi mereka yg sudah lama hijrah dan ngaji.

          Dan perhatikan juga, kadar bapernya sangat tinggi. Ketika dinasehati, bahkan tanpa menyebut atau menunjuk nama, langsung baper merasa dighibahi dan dihakimi. Padahal bukan mereka yang sedang dibicarakan 😀

          Semoga masih ada sedikit cahaya kehanifan dalam jiwa mereka. Semoga sadar bahwa jika tidak segera disembuhkan, hati yang mengeras dan berpenyakit itu bisa mati. Dan tidaklah nasehat mampu menyentuh hati yang telah mati.

          Allaahul musta’an…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s