My Sister’s Wedding: A Story Behind the Scenes

“50,000 thousand years before the sky was introduced to the sea, Allah wrote down your name next to me…”

Alhamdulillaah pesta pernikahan adik saya, Addina, kurang dari sebulan yang lalu telah usai. Tak terhitung ucapan selamat dan terima kasih berdatangan dari para tamu undangan, teman, keluarga bahkan dari teman-teman di dunia maya.

Banyak teman-teman yang bertanya…

“Konsep walimahnya gimana ini mbak?”

“Dihijab ya mbak?”

“Pakai WO mana ini mbak?”

“Share dong mbak prosesi persiapan walimah adiknya, buat inspirasi.. hehehe..”

Dikarenakan banyaknya request yang masuk dari teman-teman agar saya sedikit sharing tentang pernak pernik prosesi acara walimah adik saya kemarin.. Insya Allah akan saya tuangkan sedikit review di blog ini. Maaf lama ya..  Baru sempat pegang PC. Hihihi ๐Ÿ˜›

 

~ THE KHITBAH ~

Khitbah dilaksanakan tanggal 25 Desember 2016. Saat itulah tanggal pernikahan ditentukan. Pihak kami dan calon sepakat resepsi akan dilangsungkan di bulan Februari, pekan keberapanya belum ditentukan, harinya insya Allah Sabtu atau Ahad.

buhul-cinta-addina-wedding-invitation

The Invitation

Untuk undangan, kami menggunakan jasa design dan cetak undangan yang berlokasi di Surabaya. Ownernya adalah teman calon suami adik saya. Desain yang dipilih cukup simple dengan perpaduan warna-warna pastel yang soft.

Tak lupa terselip untaian puisi Buhul Cinta  karya Ustadz Armen Halim Naro  yang super romantisss abisss โค

Karena sejak awal kami dan keluarga calon sepakat resepsi bertempat di gedung dan menggunakan jasa Wedding Organizer (WO), mulailah kami hunting gedung dan WO. Mulai Googling dan mengumpulkan brosur WO serta info penyewaan gedung sebanyak-banyaknya.

Akhirnya kami mulai hunting ke sana sini. Lokasi gedung diusahakan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami, agar tidak repot bolak baliknya. Untuk gedung, kami sudah membidik beberapa tempat.

Bahkan ada satu kenalan Ibu yang menyediakan aula tempat resepsi + masjid untuk akad di komplek tempat tinggalnya, free charge alias gratizz. Sayangnya, setelah kami survey ke sana, tempatnya kurang besar, hanya muat beberapa ratus orang saja. Sedang jumlah tamu undangan diperkirakan mencapai 1000 orang.

wedding-flower

Maka perburuan dilanjutkan kembali. Dapat dua kandidat, yang satu aula masjid, lokasi aula di bawah dan masjid di atas. Satunya lagi gelanggang remaja yang baru selesai dibangun. Untuk aula masjid, ternyata kapasitasnya sangat kecil, tidak muat menampung banyak orang.

Akhirnya setelah survey dan tanya-tanya sana sini, pilihan kami jatuh ke gedung gelanggang remaja yang letaknya bersebelahan dengan aula masjid tadi. Tempatnya sangat luas, mirip ballroom saking luasnya. Mampu menampung 1000 orang lebih.

Oke fix, masalah gedung sudah terpecahkan. Sekarang tinggal hunting WO.

Dari beberapa brosur yang terkumpul, pilihan kami jatuh pada dua WO. Satu berlokasi di daerah Jatibening Bekasi, satunya lagi di Lenteng Agung, Jaksel. Setelah survey langsung, cari info via Google, dan test food, kami condong ke WO yang berlokasi di Lenteng Agung.

Beberapa tahun yang lalu kami pernah menghadiri walimah sepupu yang menggunakan jasa WO ini. Dari dekorasi ruangan dan makanan, cukup recommended. Dekorasinya bagus, makanannya enak, harga pun relatif tidak mahal dan cukup terjangkau.

 

~ January 2017, The hectic begins ~

Yang banyak berperan dalam keriweuhan ini adalah adik saya yang pertama, Rarie dan sang calon manten sendiri. Mulai dari tiap pekan bolak balik WO, nyebar undangan ke sana sini, bikin hijab dan veil untuk busana walimah, ngebungkusin souvenir,  juga mengurusi printilan-printilan lain.

Untuk bahan hijab dan seragam keluarga, kami bertiga hunting kain langsung ke Tenabang. Berhubung saya dan adik saya sama-sama penjahit, maka kami menjahit sendiri baju seragam kami.

Untuk anggota keluarga perempuan, tema busana bernuansa soft peach, dengan brokat warna senada sebagai outer. Untuk laki-lakinya, kami beli seragam batik jadi, biar nggak ribet. Pengennya sih semua bikin sendiri, apa daya waktu udah sangat mepet.

Sepekan menjelang hari H, suasana mulai hectic. Baju seragam baru dipotong dan belum jadi, sedang kesibukan bertambah karena harus wira wiri antar undangan dan fitting baju ke WO. Belum lagi kami dikejar deadline open order Zafra tanggal 25 Februari besok. Beuhhh… Kebayang dong repotnya ๐Ÿ˜€

adab-adab-walimah

Leaflet Adab-adab Walimah

Persiapan H-1, ngeprint kertas adab-adab walimah untuk para tamu undangan. Warna biru untuk tamu laki-laki, warna pink untuk tamu perempuan. Kertas ini dibagikan bersamaan dengan souvenir di pintu masuk, setelah mengisi buku tamu.

Veil untuk hijab belum jadi.. Baru dipotong sorenya, dan baru dineci malamnya. Jam 8 malam dekor gedung dimulai. Kami langsung ke lokasi gedung untuk memantau. Alhasil, adik saya dan sang calon manten baru tidur jam 3.45 pagi.

Hahahaha.. Riweuh to the maxxx ๐Ÿ˜‚

 

~ The BIG Day ~

Hari bersejarah itu diawali hujan yang cukup deras sejak pagi hari. Setelah hujan berangsur reda, saya dan anak-anak segera cusss menuju gedung menggunakan motor.

Kesan pertama waktu sampai ke lokasi.. Wow.. Ketjehh banget dekornya.. Perpaduan warna pink muda, abu muda dan kremnya oke banget. Sungguh lho, saya nggak menyangka sebagus ini. Karena contoh di pic brosur kayaknya biasa aja. Standar.

Sampai sana, calon mempelai sedang sibuk di kamar rias. Semua sedang heboh menyiapkan acara akad. Dan 30 menit sebelum akad berlangsung, baru sadar bahwa flashdisk yang berisi nasyid anak-anak dan 3 kotak souvenir, tertinggal di rumah. Jadilah saya dan suami balik lagi untuk mengambilnya.

See? Even the most prepared event has it own flaws. Saking banyaknya yang dikerjakan sampai hal sepenting itu terlupakan. Hahaha.. Qaddarallah wa maa sya’a fa’al ๐Ÿ˜€

Pukul 8.30 pagi akad dimulai. Akad berlangsung di depan pelaminan dengan khidmat. Saya menangis, adik-adik saya juga menangis. Sedih sekaligus lega. Sedih karena harus berpisah dengan adik tercinta. Lega karena kerja keras kami beberapa bulan ini, berujung sudah. Alhamdulillaah..

pelaminan-pria-addina-wedding.jpg.jpg

Pelaminan Bagian Ikhwan

Selesai akad, mempelai berganti baju di kamar rias. Kami sibuk menyambut saudara, teman, tetangga dan kenalan yang mulai berdatangan. Ah, rasanya seperti reuni besar-besaran. Bahagia karena bisa berjumpa kembali dengan mereka yang lama tak bersua.

 

~ Try to be ‘Nyunnah’ as possible ~

Sejak awal, kami dan dua mempelai sudah menyampaikan kepada pihak orangtua bahwa tema acaranya adalah pernikahan yang Islami. Kami menginginkan tamu laki-laki dan wanita dipisah, make up natural dan soft, hijab panjang dan menutup dada. Alhamdulillaah pihak WO dapat bekerjasama dengan sangat baik, sesuai dengan harapan kami.

Untuk hijab, kami request ke pihak WO untuk mulai dipasang dari pintu masuk sampai di depan pelaminan, jadi penerima tamu laki-laki dan penerima tamu perempuan tidak saling memandang. Tamu yang datang langsung diarahkan ke tempat masing-masing oleh among tamu di depan penerima tamu.

Meskipun hijab tidak full hanya sampai di depan pelaminan, kami sangat bersyukur bahwa tamu laki-laki dan perempuan bisa duduk terpisah. Karena sangat jarang saya menghadiri walimah yang hijabnya tinggi dan rapat seperti ini. Kecuali walimah teman-teman yang memang sudah mengenal sunnah, dan didukung pula oleh pihak keluarga.

Alhamdulillaah dalam event ini tidak ada suara musik, cukup lantunan nasyid anak-anak untuk memeriahkan suasana. Tanpa hingar bingar musik, acara tetap meriah dan dapet feel walimahnya kok ๐Ÿ˜Š

the-wedding-hall

Banyak review positif yang sampai kepada kami mengenai tata letak dekorasi dan makanan. Alhamdulillah kursi yang disediakan oleh pihak gedung cukup banyak, hampir 200 kursi. Agar tamu tidak ada yang makan dan minum sambil berdiri. Itupun masih banyak yang tidak kebagian tempat duduk, karena tamu yang diundang sangat banyak.

Banyak tamu yang merasa sangat puas dengan makanan yang disajikan. Variannya banyak dan rasanya lezat, masya Allah. Bahkan ada tamu yang langsung bertanya kepada kami di mana bisa mendapatkan brosur WO plus catering yang dipakai, sampai berapa biaya yang dihabiskan. Ooopss! ๐Ÿ˜„

Alhamdulillah acara di hari-H kemarin lancar jayaaa..

Meski hawanya rada melankolis karena hujan yang istiqomah alias nggak berhenti-berhenti, tapi suasana di dalem gedung tetep rameee… Masya Allah. Jika bukan karena kemudahan dari Allah, maka momen sakral ini tidak akan terlaksana dengan lancar.

Jazakumullaah khairan untuk teman-teman dan kerabat yang sudah hadir, menyempatkan diri datang meski gerimis mengundang. Di mana suasananya memang bikin mager abisss dan enggan untuk keluar rumah.

Juga untuk team panitia, among tamu, penerima tamu, keluarga besar kami, pihak gedung dan WO + catering. We thank you a lot. Terima kasih banyak atas kerjasamanya yang sangat baik ๐Ÿ™‚

Alhamdulillah kemarin nggak ada insiden mantan yang gagal move on, tersakiti dan akhirnya ngamuk, jadi pak MC nggak perlu teriak-teriak:

“Mohon bersabar ini ujian… Ujian dari Allah.. Mohon ditahan emosi, memang mengecewakan.. Jodoh di tangan Allah.. Tolong itu disuruh pergi aja, mending suruh pergi itu tadi.. Tolong, tolong.. itu motornya digeser aja..”

Thank you for reading, all ๐Ÿ˜‰

aia-and-aisyafra-addina-wedding

~ Jakarta, March 2017… and the beauty of marriage is not always seen from the very beginning, but rather as love grows and develops over time ~

ยฉ aisyafra.wordpress.com
Advertisements

7 thoughts on “My Sister’s Wedding: A Story Behind the Scenes

  1. Maa syaa Allaah ..
    ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ูŽุง ูููŠู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู
    Untuk adiknya mba.. Kira kira untuk walimah seperti adiknya butuh budget brp mba? ๐Ÿ˜‚ bagus banget soalnya .. Terhijab sangat sangat baik ..๐Ÿ˜‚

  2. MasyaAllaah..
    Barakallaahu laka buat adiknya Kak Meut..
    Bagus konsepnya. Semoga bisa nyontoh buat walimahan kaya gitu. Wkwk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s