Hati-Hati dengan Hati, Ukhti..

Untuk akhwat yang masih single, sudah menikah, atau pernah menikah….

Untuk akhwat yang masih suka pajang foto, baik bercadar maupun tidak…

Hati-hati…

Jangan sampai jadi sarana sihir ikhwan modus yang suka memperdaya perempuan. Sihir via foto itu nyata dan sering terjadi. Jangan sampai terpaksa untuk percaya karena sudah mengalaminya sendiri. Na’udzubillah.

Jangan mau juga diajakin ta’arufan gak jelas tanpa perantara via inbox atau BBM, apalagi sampai minta ketemuan. Bahayaaaa. Big no no deh sama ta’aruf tanpa perantara. Too risky.

Kalo ada ikhwan yang ngajakin ta’arufan dengan jalan backstreet aka lewat jalur belakang, apalagi sok misterius main rahasia-rahasiaan, jelas udah ketaker nyalinya. Fix bukan ikhwan gentle dan bertanggungjawab. Tinggalin. Cari yang lain. He’s not the one.

Jangan gampang terpukau sama penampilan ikhwan yang seolah “nyunnah”, jenggotan, celana cingkrang, gamisan, ngaji lama di ustadz nganu, delele. Liat akhlak dan pengamalannya. Apalah arti ngaji bertahun-tahun kalo akhlaknya nol besar.

Jangan mudah terbuai rayuan ikhwan yang katanya shalih tapi romantis. Dikasih puisi sebaris aja (padahal hasil copas di gugel) langsung klepek-klepek gak berdaya. Langsung melting dan baper berattt. Trus dengan sukarela, mau disuruh apa aja.

Inget ya, laki-laki yang beneran shalih, nggak akan mengumbar kata-kata mesra kepada perempuan yang belum halal baginya. Karena rasa takutnya kepada Allah, menghalanginya dari perbuatan tsb.

Jangan langsung percaya 100% apa yang dikatakannya. Cek dan ricek backgroundnya sampai tuntas. Kepo to the max. Mending kepo dan berhadapan dengan realita -meskipun hasilnya pahiittt- daripada menanggung sesal tak berkesudahan.

Jangan jadi akhwat gampangan. Gampang dirayu, gampang ditipu, gampang pula ditinggalkan. Jadilah akhwat yang bermartabat dan ‘untouchable’ for ajnabi. Mahalkan dirimu.

Dear ukhti, pernikahan itu sesuatu yang sakral dan penting. Awal dari sebuah fase kehidupan baru. Inginnya, cukup sekali seumur hidup dan insya Allah berlanjut di JannahNya..

Jadi jangan gambling, jangan coba-coba, jangan buat bahan eksperimen, jangan tertipu profil laki-laki nggak jelas yang hanya ingin mengambil keuntungan dari dirimu.

Hati-hati dengan hatimu, ukhti…

Hati wanita layaknya gelas-gelas kaca. Indah dan bening, sekaligus rapuh. Butuh kehati-hatian dalam merawatnya. Sekali ia pecah, maka akan sulit untuk menyatukannya kembali. Bahkan terkadang pecahannya itu bisa melukai, menyakiti orang-orang di sekitarnya..

Ambil pelajaran dari kisah-kisah yang telah berlalu, di mana para korban, yang rata-rata wanita, selama bertahun-tahun mengalami trauma berat pasca ditipu dan dicampakkan oleh laki-laki tak bertanggungjawab.

Perbanyak mengingat Allah, rutinkan dzikir pagi petang, sibukkan diri dengan ilmu dan amal, serahkan masa depan di tangan Allah. Insya Allah jodoh kita sudah ditetapkan jauh sebelum kita dilahirkan, tak perlu cemas dan khawatir.

Fashbir shabran jamiil… Be patient with a beautiful patience. Always believe in Allah’s perfect timing. Suatu hari nanti, akan datang seseorang yang jauh lebih baik dari apa yang telah kautinggalkan. The man you truly deserve.

Too many things happen recently. So I think, it’s better safe than sorry. And to Allah only we seek guidance and protection.

~ Jakarta, some minutes after midnight, March 2017.. efek baca kilas balik kronologi kejahatan ikhwan penipu yang berhasil modusin para akhwat beberapa tahun lalu. 

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

Advertisements

4 thoughts on “Hati-Hati dengan Hati, Ukhti..

  1. Pingback: Hati hati ya Ukhty | Safarnama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s