Just Strangers with Memories

Saya kenal seseorang yang tadinya lurus pemahamannya. Baru berhijrah. Nggak suka selfie. Tertutup dan pemalu. Lempeng dot com lah.

Lalu mulai banyak temenan sama yang suka selfie. Kemana-mana jalan bareng, playdate bareng, traveling bareng, foto bareng, makan bareng.

Lalu ia mulai menjauh, dan berubah. Ia mulai berani menampilkan foto dirinya di sosial media. Persis seperti teman-temannya.

Continue reading

Iman, Nasehat, dan Pertemanan Sejati

Sedihnya jika teman-teman yang baik mulai menjauh karena hati kita yang terlampau keras untuk menerima nasehat. Satu persatu teman yang mengingatkan, bahkan yang mengingatkan dengan cara yang amat santun, mulai dijauhi, karena diri ini merasa gerah dan tidak suka ketika diingatkan.

Continue reading

Branded Minded

“Nggak mau ah kalo nggak branded! Malu kelesss.. Apa kata dunia??”

Branded minded, that’s dangerous. Apa-apa harus yang bermerk. Nggak level sama barang yang brandnya belum terkenal. Seakan kalo nggak pake barang-barang branded dari ujung kaki sampai ujung kepala, jadi berasa kurang pede, malu, nggak kekinian,  nggak gaul, mencirikan ‘gembel style’, etc.

Kalau nggak pake barang branded trus kurang atau bahkan merasa nggak pede, sepertinya ada yang perlu dipertanyakan. Masa iya kita menilai diri kita dengan apa yang melekat pada tubuh kita? Melabeli “harga” diri dengan standar keduniawian,  to me that’s really pathetic.

Continue reading

It Takes Two to Tango

Beberapa hari ini berseliweran SS percakapan seorang laki-laki dengan wanita nakal penggoda suami orang di beranda FB saya.

Terlepas percakapan itu benar terjadi atau tidak, entah memang benar tergoda atau cuma acting, kesan pertama setelah baca postingan itu:

“Ini kenapa lakiknya mau digoda juga sampai ngasih pin BB dan nomor WA? *smh

Continue reading

Sahabat Sesungguhnya

colorful-balloons

Mereka yang menerima kita apa adanya di saat kita bukan siapa-siapa, tak punya apa-apa, atau bahkan sangat terpuruk, itulah sahabat yang sesungguhnya.

Mencari teman saat kita dianggap sukses, walaupun sebenarnya masih jauh dari sukses, jauh lebih mudah dibandingkan ketika kita masih nol dan bahkan minus.

Continue reading