Pedagang yang Baik

Pedagang yang baik lagi percaya diri dengan kualitas produk yang dijualnya, akan bersaing secara sehat, tanpa harus menjatuhkan pihak lain. Ia akan mempromosikan keunggulan produknya, tanpa membandingkan dengan produk lain.

“Harga dijamin ‘ndelosor’ deh, beda sama lapak sebelah. Bandingin aja. Kualitas juga bagusan punya saya…” #smirk

Pedagang yang baik lagi paham akan etika berdagang, tidak akan merendahkan pedagang lain, apalagi sampai menjatuhkannya, agar terlihat lebih baik. Ia yakin rezekinya sudah Allah atur beribu tahun sebelum ia diciptakan, maka hatinya tenang dan jiwanya penuh akan rasa tawakkal.

Pedagang yang baik, akan mengutamakan kualitas produk dan pelayanan yang baik, karena semurah apapun harga yang ditawarkan, jika kualitas produk dan pelayanan buruk, pelanggan akan lari dan mencari toko lain dengan harga dan kualitas bersaing namun pelayanan before and after sales servicenya jauh lebih baik.

Pedagang yang baik, ia percaya bahwa nominal materi bukan segalanya. Karena bukan itu yang dikejarnya, tapi rasa berkahnya. Banyak yang berlimpah materi tapi hati mereka kering akan rasa syukur, jiwa mereka gersang akan rasa qana’ah.

Mengapa? Karena sudah hilang keberkahan dari harta mereka.

Pedagang yang baik, paham bahwa perniagaan mereka adalah ikhtiar semata, bukan tujuan utama. Maka perniagaan tidaklah melalaikan mereka dari ibadah, juga tidak menghalalkan mereka untuk menipu dan menjatuhkan kehormatan Muslim lainnya.

Pedagang yang baik lagi jujur, tidak akan menutupi cacat yang ada pada barang dagangannya. Karena ia takut untuk berlaku tidak jujur. Ia takut Allah tidak ridha dengan perbuatannya.

Lantas bagaimanakah jika Sang Pemberi Rezeki sudah menutup pintu rezeki karena tidak ridha dengan perbuatannya menzhalimi hak orang lain? Siapakah yang dapat membuka pintu rezeki kala semua pintu-pintu rezeki telah tertutup?

Pedagang yang baik, paham bahwa berdagang bukan hanya soal untung rugi.. Bukan hanya soal laris atau sepi.. Tapi berdagang adalah ikhtiar yang diperintahkan Allah pada semua hambaNya. Berikhtiar kemudian bertawakkal.

Maka sudah seharusnya ikhtiar itu tidak menjauhkannya dari Allah. Maka jalan yang ditempuh haruslah yang halal lagi berkah. Karena yang halal lagi berkah itu jauh lebih menentramkan.

Pedagang yang baik, kaukah itu…?

~ Jakarta, on a quiet morning of May 2017.. I write to remind myself.

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

 [ image source: Getty Images ]

Advertisements

2 thoughts on “Pedagang yang Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s