When Love is Real…

Seringkali saya merasa miris dan prihatin (sekaligus eneg) lihat akun sosmed laki-laki yang sok mesra sama istrinya, seakan-akan istrinya adalah wanita satu-satunya baginya… Padahal di belakang istrinya ganjen tebar pesona sana sini dan hobi flirting sama ciwi-ciwi.

Pencitraan: FAILED.

Udahlah ya.. Jadi laki-laki itu yang biasa-biasa aja. Nggak usah lebay bin alay pamer kemesraan, dikit-dikit ngetag pasangan di sosmed, posting foto kaki atau siluet bareng pasangan. Padahal aslinya jauhhh dari kata setia.

Sudah kesekian kalinya menemukan realita tipe suami-suami seperti ini. Trying too hard to impress people, struggling too much to be portrayed as a romantic man and husband. Tapi nyatanya, semua yang mereka lakukan hanyalah pencitraan belaka. Zonk.

Di belakang istri-istri mereka, ada main dengan perempuan lain. Tidak hanya sekali dua kali, tapi seringkali. Mulai dari chat nggak penting, kirim-kiriman foto dengan dalih nazhor (?), ngasih surat yang isinya 100% rayuan gombal, sampai berjanji untuk ketemuan di suatu tempat.

Trus buat apa pamer kemesraan palsu? Buat apa showing off ke semua orang bahwa cinta mereka benar ada dan nyata? Para wanita tidak butuh itu. Hakikat cinta sejati bukan untuk diumbar-umbar, dipublish, diperlihatkan kepada khalayak ramai

“Cheating. Cheaters. Players. They just play themselves. Once a cheater, always a cheater because THAT is THEIR so called idea of a solution to their relationship troubles.” ~Anonymous

Jangan mudah percaya apa yang diposting di sosial media. Mereka yang sungguh berbahagia, tak perlu meyakinkan orang lain bahwa mereka benar-benar bahagia. Tak perlu show off sana sini agar dibilang “couple goals”.

Mereka yang benar-benar setia, tak perlu teriak-teriak ke seluruh dunia kalau ia setia, atau posting foto berdua demi pencitraan semata Mereka yang sejati cintanya, tak pernah tega melukai hati kekasihnya dengan berkhianat di belakangnya.

Confident and happy people don’t need to do that to prove that they do exist, but insecure and unfaithful people do.

Bersyukurlah istri-istri yang suaminya nggak sok romantis dan PDA addict di sosmed, tapi jujur, setia dan tidak pernah membohongi mereka di kehidupan nyata.

Bersyukurlah istri-istri yang suami mereka menutup rapat akses komunikasi tanpa udzur syar’i dengan lawan jenis, menjaga dirinya dari fitnah, dan menundukkan pandangannya dari yang haram karena rasa takutnya kepada Allah.

Karena bagi “laki-laki biasa” seperti mereka, makna cinta bukan sekadar kata-kata…

~ Jakarta, Mei 2017… terinspirasi dari potongan cerita seorang kawan beberapa saat lalu.

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

Advertisements

2 thoughts on “When Love is Real…

  1. Bagaimana dg suami yg poligami tanpa sepengetahuan istri?masuk jenis chaet g y?Ada temen suami yg kayak. Gitu,ok memang poligami dibolehkan syariat…tapi tidakkah perkawinan bukan hanya soal boleh atau tidak dalam syariat tapi Ada kasih sayang di dalamnya?jujur saja bahwa poligami adalah Hal yang Tak mudah buat kaum perempuan,tapi Ada juga temen suami yg dg enteng bilang pada istrinya cita citanya adalah beistri 4…Dan saya Tau banget istrinya berjuang menahan sabar Dan air Mata,

    • Jika laki-laki tersebut sudah siap dan mampu untuk berpoligami, terlebih sudah memahami agamanya dengan baik, pasti ia tidak akan merahasiakan pernikahan keduanya. Poligami yang baik dan diniatkan semata karena Allah, tentu akan memperhatikan adab dan maslahat serta mudharat yang akan timbul. Bukan yang serampangan dan tanpa etika 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s