Kejujuran, Amanah Ilmiah dan Plagiarisme

“What makes you vulnerable makes you beautiful. There’s a word for it… Authentic.” ~ Tim Brown

Sebagai seorang blogger, saya berlindung dari kejahatan plagiarisme, baik sebagai pelaku, maupun sebagai korban.

Meski hanya penulis amatir di blog gratisan, saya pernah merasakan menjadi korban plagiarisme. Bukan hanya satu dua kali, tapi sangat sering. Bukan hanya satu dua tulisan yang dicuri, tapi banyak.

Pernah saya menemukan satu blog yang isinya adalah tulisan-tulisan saya di blog, dari awal sampai akhir. Membukanya, seperti membuka blog sendiri. Tapi si pemilik blog jujur mencantumkan sumber beserta link aslinya. Jadi bagi saya tak ada masalah.

Ketika kita menjiplak karya orang lain tanpa mencantumkan sumber, bahkan mengakuinya sebagai karya kita, lantas banyak dipuji dan dikagumi orang lain.. Bagi saya itu sama saja membohongi diri sendiri.

Entahlah, jika saya dipuji atas sesuatu yang sejatinya tidak pernah saya lakukan, maka saya akan merasa gelisah dan tidak tenang. Bagai menikmati sesuatu yang bukan milik saya, seperti menikmati hak orang lain.

Buat apa dicap cerdas dan inspiratif, tapi nyatanya plagiat?

Buat apa dikagumi dan dipuji atas sesuatu yang nyatanya tidak pernah kita lakukan?

Lebih baik menulis sekadarnya, apa adanya, dengan gaya khas kita bercerita. Tanpa harus menipu diri dengan menjiplak tulisan orang lain. Jujur terhadap diri sendiri, mencerminkan penghargaan terhadap diri sendiri.

Kejujuran dalam menulis dewasa ini sangatlah langka. Di zaman segala sesuatu bisa disalin dan direkat semaunya, tanpa menisbatkan kepada penulis aslinya.. Sungguh amanah ilmiah adalah hal yang istimewa, tidak semua orang paham akan adab dalam menyebarkan tulisan orang lain.

Apapun yang kita lakukan, apapun yang kita tulis.. Baik hanya berupa twit, status FB, caption IG, maupun ocehan ringan di Tumblr.. Jika memang bukan kita yang menulisnya, jangan pernah mengesankan seolah-olah itu adalah tulisan kita.

Kejujuran dalam amanah ilmiah tidak hanya berkaitan dengan adab terhadap hasil karya orang lain, namun juga tentang bagaimana kita menghargai diri sendiri. The more you honest with yourself, the more you appreciate yourself.

Just like a saying…

“Honesty is a very expensive gift, don’t expect it from cheap people.” (Warren Buffet)

 

~ Jakarta, on the first day of June 2017.. inspired by a friend’s post this morning.

 © AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Quotes2ove on Etsy via Pinterest ]

Advertisements

2 thoughts on “Kejujuran, Amanah Ilmiah dan Plagiarisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s