Shake It Off!

“It takes nothing to join the crowd. It takes everything to stand alone.”

I am a peace-lover. Saya senang hidup dengan tenang, stabil, aman, nyaman, damai, gemah ripah loh jinawi. Sunyi dalam kesendirian. Aman dari CCTV, para intel dan paparazzi yang suka mengintai dan memata-matai 😘

Saya sebenarnya bukan orang yang suka ribut. Malah cenderung cuek dan nggak hobi kepo sama urusan orang. Nggak suka cari masalah kalo nggak diduluin. Plis deh, hidup udah penuh masalah, ngapain juga nyari masalah. Yekan?

Tapi saya juga bukan tipe yang diam saja ketika diganggu, atau bisa dipaksa pura-pura buta, bisu, dan tuli ketika qadarullah mendapati atau menyaksikan sesuatu yang salah, yang seharusnya tidak pada tempatnya.

Minimal saya akan menyampaikan apa yang saya rasa butuh untuk disampaikan. Bisa berupa masukan, kritik atau saran, dengan jalan sesuai prosedur. Semua demi kebaikan bersama. Tapi, sebagian orang melabelinya dengan istilah lain.

Sok kritis, sok idealis, sok paling benar, sok vokal, biang ribut, etc.

Padahal beneran loh saya bukan si babang vokalis seseband yang terkenal tamvan ituh, apalagi vokalis lagu tahu bulat yang suaranya sangat melegenda di seluruh penjuru Indonesia sampai dibuatin gamesnya. Hahaayy 😜

Bagi sebagian orang yang sangat anti terhadap kritik dan baperable, seringkali masukan dan saran dianggap sebagai alat untuk menjatuhkan. Maka apapun bentuk dan caranya, segala bentuk masukan sangat tidak diharapkan.

Diberi masukan secara diam-diam, dengan santun, hanya empat mata, sulit menerima. Diberi masukan ketika sedang bertukar pikiran di depan forum, dengan santun, langsung dimentahkan dengan berbagai alasan.

Serba salah kan? Trus maunya gimana? Maunya ya nggak dikasih masukan, nggak dinasehati, nggak dikritik. Karena bagi sebagian orang, kritik = menjatuhkan = cari ribut 🙂

Selalu merasa sudah baik, jadi sulit untuk diperbaiki. Selalu merasa kritik dan saran yang datang itu bertujuan untuk menjatuhkan, jadi belum apa-apa sudah antipati duluan.

Honestly, I never give a damn to what people may say or think. Everyone has their own opinion and seems entitled to it, so have I. And I truly respect that.

Saya selalu menghargai mereka yang memilih untuk stay silent dan cari aman dengan tidak bersuara ketika melihat sesuatu yang salah dan tidak pada tempatnya. Tapi kenapa sebagian orang tidak bisa menghargai pilihan yang diambil oleh pihak yang berseberangan dengannya?

Menjadi seorang yang berbeda, bukanlah tanpa resiko. Banyak yang harus dipertaruhkan. Memperjuangkan kebenaran di tengah kebisuan, terkadang harganya setara dengan nyawa dan kehormatan.

They called them who bravely stand to speak up with many names. The rebels. The troublemakers. The misfits. The provocateurs.

People are mocking them. Throwing rocks at them. Ridiculing them. Labelling them. Bullying them. Blaming and accusing them for the things they didn’t do.

Just because a bunch of people who don’t want to see and hear the truth.

“Ssstt.. Udahlah nggak usah rame-rame, cukup kita aja yang tahu. Yang lain, jangan sampai tahu ya. TST lah..”

Ada permasalahan, sengaja ditutupi. Ada yang berinisiatif untuk menyelesaikan, malah lari dari tanggungjawab yang telah disepakati. Seakan membahas sebuah masalah adalah sesuatu yang sangat tabu dan harus dihindari.

“Udahlah nggak usah dibahas.. Biarin aja. Nggak enak sama si anu dan ani, nanti malah ribut…”

Nggak dibahas dan diselesaikan, tapi dibiarkan menggantung gitu aja tanpa solusi. Polanya selalu seperti itu. Lebih baik menyimpan masalah, hanya karena takut rame dan ribut 🙂

Dan yang berani untuk speak up dan melawan arus dibilang tukang cari ributlah, provokatorlah, sok kritislah, sok vokal lah, sok banyak tuntutan lah. Throwing labels to mock someone they hate for no reason is totally alright.

Padahal yang dituntut adalah hak mereka sendiri, bukan hak orang lain. Padahal merekalah yang sebenarnya pengecut, bukan para pemberani itu yang overreact atau lebay. And deep inside, they wish they had the same courage to fight back and stand up for themselves.

Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran, jangan pernah gentar melawan kebathilan. Takut hanya kepada Allah, dan bukan kepada manusia. Takut hanya ketika salah, bukan ketika benar dan berusaha memperjuangkannya.

In life, we can’t control what people may think, say or do. The only thing we can control is our reaction to that. You can either let it get to you, or you just shake it off.

“If someone says bad things about us, we feel bad. If someone says good things about us, we feel good. The question is: Have we given our remote control to others?” (Unknown)

In the end, don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. Know how to stand tall and raise your heads and voices among the others.

Keep walking, keep running, despite whatever people may think, say, or do. Be determined that your goals are not about pleasing human anymore. It is for a higher purpose.

Never let anyone think they can silence you for speaking the truth. Be brave, be strong. Be a fighter.

Tell the truth…

Walau mungkin orang-orang tidak suka.

Walau mungkin akan ada yang tersakiti dengan kebenaran yang kita sampaikan.

Walau mungkin kita akan dijauhi, dibenci dan dicaci.

Because life isn’t about pleasing everybody. Allah alone is enough for me 🙂

~ Jakarta, on a quiet and peaceful night of July.. when the minutes linger to midnite.

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest]

Advertisements

2 thoughts on “Shake It Off!

  1. Makasih remindernya 😀 suka quotes “It takes nothing to join the crowd. It takes everything to stand alone.” dan “If someone says bad things about us, we feel bad. If someone says good things about us, we feel good. The question is: Have we given our remote control to others?” (Unknown)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s