Kita dan Anak Perempuan

peach rose..

Sebagian anak perempuan zaman sekarang…

Punya orangtua yang care, yang ’eman’ dan sayang sama anaknya dibilang kolot, mengekang, otoriter.

“Ribet banget sih, Mak.. Apa-apa dilarang, apa-apa nggak boleh. Kayak nggak pernah muda aja!”

Setelah menikah, punya suami yang sayang dan peduli karena saking cintanya, dibilang membatasi karir dan kebebasan. Tidak mengizinkannya untuk bebas jadi dirinya sendiri.

“Kok setelah nikah kamu jadi ngatur-ngatur aku, sih!? Kalau sayang, harusnya kamu ngasih aku kebebasan untuk melakukan apa yang aku suka, dong..”

Lha trus maunya gimana tho? Dikasih kebebasan tanpa batas, gitu? Nggak mau ikut aturan? Bahkan jika yang bikin aturan itu Dzat yang menciptakan dan memberi kita hidup?

*tepokjidat

Gini lho, Nduk…

Yang namanya sayang, tidak selalu harus menuruti keinginan. Yang namanya memberi ruang gerak, bukan berarti membebaskan tanpa batas.

Adakalanya orang tua atau suami itu melarang, justru karena rasa sayang. Kalau nggak sayang, justru diberi kebebasan untuk melakukan apapun yang ia suka. Meski itu artinya menghancurkan diri dan masa depannya.

Ketika seseorang sudah tak peduli lagi akan apa yang dilakukan oleh kekasihnya.. Benar salah, halal haram, tak ada beda baginya. Tak ada nasehat, tak pernah diingatkan. Asalkan kekasihnya suka, silakan saja.

Itu bukan cinta, itu bukan sayang. Itu adalah bentuk pengabaian. Karena sejatinya, nasehat adalah wujud rasa sayang seseorang terhadap kekasih yang dicintainya.

Seringkali orang tua melarang anak tercintanya dari sesuatu yang disukainya, dan di kemudian hari terbukti ternyata memang hal itu tidak baik untuknya..

Percayalah bahwa tidak ada orangtua yang tidak mencintai anaknya. Kasih orangtua adalah setulus-tulus dan semurni-murninya cinta.

Meski bentuk rasa cinta dan perhatian tiap orangtua terhadap anaknya berbeda-beda, tapi fitrah tiap orangtua adalah mengasihi anaknya, seburuk apapun anaknya. Bahkan ada orangtua yang rela bertaruh nyawa demi keselamtan anaknya tercinta.

Ketika seorang suami meminta istri terkasihnya untuk tinggal di rumah, membatasi pergaulan dengan lawan jenisnya, menyuruhnya untuk berhijab rapat lagi dan tidak lagi mengumbar aurat serta kecantikannya..

Sesungguhnya itu merupakan perwujudan dari rasa cinta. Maka lihatlah bagaimana ketika seseorang memiliki barang yang begitu berharga.. Seperti perhiasan intan permata atau uang tunai dalam jumlah besar.

Maka barang tersebut disimpan rapat dan tertutup dalam sebuah tempat yang tidak sembarang mata bisa melihatnya. Bahkan bila perlu sang pemilik barang menyewa pengawal atau polisi untuk mengamankannya bila harus menempuh perjalanan menuju ke suatu tempat.

Maka bagaimana dengan dirimu? Perhiasan dunia paling indah yang tidak satupun manusia bisa mengungguli, atau minimal, menyamai penciptaan kalian yang dibuat oleh Sang Maha Sempurna?

Tentu nilai kalian jauh lebih mahal daripada itu..

Dan kekasih sejati tidak hanya ingin bersama-sama di dunia ini saja. Ia ingin setia mendampingimu di akhirat yang kekal. Kebersamaan yang tak lekang oleh waktu. Itulah sesungguhnya cinta.

Mendidik dan membesarkan anak, terutama anak perempuan di zaman sekarang, memang banyak tantangannya. Tidak gampang. Butuh ekstra iman, ilmu, usaha, penjagaan dan kesabaran.

Semoga Allah mudahkan kita untuk menjaga agar bunga itu tetap harum sampai tiba masanya untuk dipetik. Bahkan sampai masa yang tak terhingga. Karena memiliki anak, terlebih anak perempuan di zaman sekarang ini, sungguh suatu fitnah (cobaan) yang amat besar.

Allaahu yassirnaa…

~ Jakarta, Agustus 2017..  sebuah PR besar bagi saya, ibu dari seorang anak perempuan.

Ā© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

Advertisements

4 thoughts on “Kita dan Anak Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s