You Are Not Designed for Everyone to Like You

“Don’t be afraid of losing people. Be afraid of losing yourself by pleasing other people.” ~Anonymous

Pernah nggak sih sejenak aja membayangkan, gimana ya rasanya melakukan segala sesuatu di bawah bayang-bayang rasa khawatir akan penilaian orang lain?

Rasa senang yang berlebihan ketika dipuji dan mendapatkan apresiasi positif. Rasa tersinggung dan rendah diri ketika dikritik atau diberi feedback negatif oleh orang lain.

Di era sosmed, gambaran sederhananya seperti ini: followers = self esteem. Rasa gembira yang berlebihan ketika mendapat followers baru, dan rasa sedih bahkan kesal berkepanjangan ketika kehilangan followers.

Mau posting sesuatu, yang pertama terpikir adalah, “Nanti followers suka nggak ya? Apa komentar mereka? Jangan-jangan nanti ada yang unfollow gara-gara postingan ini..”

Semua demi menyenangkan followers. Hanya demi mendapat followers baru. Bukan karena baik atau tidak, benar atau salah. Tapi semata hanya ingin dianggap sesuatu dan hebat di mata followers.

Begitu juga dengan proses menulis atau nge-blog. Tiap mau nulis sesuatu, bolak balik dihantui kekhawatiran, “Apakah yang saya tulis nanti akan disukai banyak orang, ataukah malah sebaliknya?”

Jadilah kita tenggelam dalam perasaan insecure,  the-oh-i-am-not-good-enough-feeling.  Pergumulan batin antara tetap jujur jadi diri sendiri atau berubah demi menyenangkan pembaca. Saya sendiri, lebih memilih opsi yang pertama.

Sesungguhnya hidup hanya mengharapkan ridha manusia itu melelahkan. Menyenangkan hati semua orang adalah sebuah kemustahilan. Cara paling mudah untuk mengundang stress dan kegelisahan dalam hidup adalah dengan selalu memikirkan komentar orang lain tentang hidup kita.

Kita berbuat A, pasti akan ada yang mengkritik. Berbuat B, C, D, sampai Z sekalipun, pasti tetap ada yang tidak sepakat. Pun kita melakukan semua hal persis seperti yang mereka inginkan, pasti akan ada saja yang merasa tidak puas.

Inilah pentingnya jadi diri sendiri. Di real life maupun dunia maya. Kita tak perlu capek-capek menuruti kemauan semua orang. Kita juga tak perlu repot-repot memikirkan apa komentar orang tentang diri dan hidup kita.

Kita juga tidak perlu memalsukan diri dengan berbagai pencitraan agar terlihat flawless, smart dan keren di mata mereka. Kita tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak kita sukai hanya untuk meraih simpati dan likes dari orang lain.

Inilah diri kita. Inilah hidup kita. Tanpa topeng, tanpa pemanis buatan. Lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Terimalah diri kita apa adanya, sambil terus berupaya untuk memperbaiki diri dari hari ke hari.

“Inilah hidupku, dan aku tidak peduli apa pun penilaian kalian. Toh, aku hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, apalagi menghabiskan waktu mendengar komentar mereka.” ~Tere Liye, Novel “Pulang”

In this blog, I am who I am inside of me. I never try to imitate or change myself to be someone else. I choose to stay true being myself, perhaps, in a good and positive way. Since the beginning, I commit to be real and frank to myself. I try not to change my way only to be likable or accepted by others.

I write to remind myself. I write to express, not to impress. My purpose is never to please or make everybody happy. I may change and evolve but, definitely not for other people’s approval.

Karena saya meyakini bahwa tidak mungkin membuat semua orang bahagia dan sepakat dengan tulisan-tulisan saya, pendapat pribadi saya, buah pikiran saya. Everyone has their own opinion, from their own perspective. So just let it be that way.

Jangan pernah sekalipun memberikan kendali atas kebahagiaan kita pada orang lain. Jangan pernah pula menggadaikan prinsip dan menukar idealisme hanya demi jumlah followers dan likes, atau agar disukai semua orang. Never trade your authenticity for approval.

Followers, sejatinya adalah makhluk-makhluk maya yang tidak kita kenal persis bagaimana aslinya mereka di dunia nyata. Kita mungkin lupa, ada yang jauh lebih penting untuk diutamakan ketimbang citra dan teman dunia maya..

Mereka adalah orang-orang yang selalu ada di samping kita, di sini, di dunia nyata. Mereka yang kita kenal baik, dengan segala keunikan pribadinya, kelebihannya, kebaikan hatinya, kekonyolannya, bahkan aib-aib pribadinya.

Merekalah yang lebih kenal dan paham siapa kita. Mereka juga yang lebih pantas mendapatkan perhatian dan loyalitas kita. Bukan makhluk-makhluk maya yang selama ini menguras waktu dan mengalihkan perhatian kita.

Mereka yang tidak kenal betul siapa kita, dan kita pun tak kenal betul siapa mereka.

Don’t let what people say define who you are. You are not the opinion of someone who doesn’t know you. So whatever good things you choose to do, do it anyway. Never let the noise of others drowns out your own inner voice.

Jika kita selalu saja mengikuti apa kata orang, pasti deh nggak akan ada habisnya, nggak akan ada selesainya. Ujung-ujungnya capek hati. Kadang cuek sama penilaian orang lain itu perlu supaya hidup kita lebih tenang šŸ˜Š

Keep walking, keep running, whatever people may think, say, or do. Be determined that your goals are not about pleasing human anymore. It is for a higher purpose.

It’s never too late to quit from being a people pleaser or keep worrying about what they say about you. Hold the key of your own self concept and happiness, firmly. Never hand it to somebody else. Ever.

~ Jakarta, January 2018.. not everyone deserves to know the real you, let them criticize who they think you are šŸ™‚

Ā© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

Advertisement

2 thoughts on “You Are Not Designed for Everyone to Like You

  1. Aku setuju bgt. Tapi juga pernah ngalamin masa di mana mau posting sesuatu di medsos mikir lama bgt. hahah. tapi untung skrg udah ndak peduli sama netijen yang fana itu

    Like

    • Kalo mikirnya ini “penting atau tidak, benar atau tidak” sih sebetulnya malah bagus ya. Berpikir ulang sebelum melakukan sesuatu itu wajib supaya nggak nyesel. Tapi kalo selalu cuma karena “apa kata friends/followers” ya ujung-ujungnya gak bakal posting apa-apa šŸ˜

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.