Oh, How She Loves to Be at Home…

 

“Rata-rata pengguna sosial media (terutama Instagram dan Facebook) cenderung menjadi pribadi yang mudah stress dan ‘baper’ terhadap postingan orang lain. Postingan tentang jalan-jalan, traveling, makanan enak, hidup yang (seolah) sempurna dan bahagia. Mereka cenderung lebih sering membandingkan hidup mereka dengan hidup orang lain, dan lebih sering merasa bahwa hidup mereka kurang bahagia dibandingkan hidup orang lain.”

Hmm, bener nggak ya..? I think it depends. Tergantung tipe orangnya juga. Yang gampang baper sama postingan orang, memang kurang cocok main sosmed. Pilihan lainnya yaitu menggunakan fitur unfollow atau hide. Fitur tersebut kadang diperlukan biar hati lebih tenang dan nggak sensian  lihat postingan orang lain 😊

Buat saya, ketika melihat postingan orang lagi jalan-jalan, traveling, umroh atau haji, kulineran, nanjak, berkemah, berpetualang di alam terbuka, dll… Harusnya malah ikut senang lihat orang lain happy, ya. Keuntungan lainnya adalah bisa menimati view bagus tanpa harus keluar rumah, dan keluar duit tentunya. Hahaha.

Tapi kalau sampai dibikin baper bin merana, apalagi envy berat karena cuma stay at home alias nggak kemana-mana, sedang orang lain udah ngelancong ke berbagai belahan dunia, buat saya itu enggak banget.

Spark joy  tiap orang berbeda-beda. Ada yang tipenya outdoor, find their happiness dengan traveling , jalan-jalan, kulineran, dll. Ada juga yang tipe indoor, biar stay di rumah aja dengan berbagai rutinitas yang menurut orang lain membosankan, tetap betah nggak pernah bosen. Contohnya saya 😁

Keluar ya pas ada perlu aja. Ngajak anak-anak keluar, antar jemput anak sekolah, main ke rumah adik atau teman, berenang, ke kajian di akhir pekan, belanja bulanan, atau jalan-jalan ke taman dekat rumah. Selainnya ya anteng di rumah. Dan ajaibnya, saya jarang sekali merasa bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja.

Kadang saat musim liburan tiba, saya justru merindukan saat-saat di mana rutinitas harian berjalan normal. Belanja sayur, masak, jemput anak, beberes rumah, jahit baju, motong kain, nulis, baca buku, leyeh-leyeh santai sambil ngemil, dll.

Begitu juga ketika mudik ke kampung halaman suami. Beberapa hari pertama masih excited, selebihnya mulai homesick. Kangen rumah. Kangen menyepi di kamar, doing absolutely nothing, in my own home.

Maybe it’s just the introverted side of me. Pengen keluar rumah, tapi pas udah di luar kangen rumah, pengen pulang. Pengen ngumpul-ngumpul, tapi kalo kelamaan rasanya capek, pengen cepet pulang, menyendiri di kamar 😂

Sebagian orang beranggapan bahwa ibu rumah tangga itu identik dengan rasa bosan, jenuh, kuper, minder, dan terbelakang. Kata “cuma” dalam kalimat “cuma ibu rumah tangga” mengesankan seolah-olah profesi ibu rumah tangga adalah profesi yang kurang layak untuk dibanggakan.

“Apa enaknya sih jadi ibu rumah tangga, di rumah aja nggak pernah keluar rumah?”

Well, justru saya merasa bersyukur sekali dilahirkan sebagai perempuan yang fitrahnya tinggal di rumah. Nggak kebayang betapa capeknya jika setiap hari saya harus berdesakan di jalan-jalan, berangkat-pulang disambut kemacetan.

Apalagi jika harus berjibaku naik transportasi umum. Resiko terpapar tindak kejahatan dan pelecehan seksual. Pergi pagi pulang sore. Perjuangan terasa makin berat dalam cuaca ekstrim seperti hujan lebat atau panas terik. Belum lagi ketika kondisi tubuh sedang tidak fit.

Subhanallah, sungguh sebagai istri kita harus banyak bersyukur kepada suami atas perjuangan, kegigihan dan keletihannya dalam mencari nafkah setiap hari. Juga bersyukur bahwa kita tidak diwajibkan untuk keluar rumah menafkahi keluarga.

Dobel salut buat para ayah atau ibu single fighter yang berjuang sendiri menafkahi diri dan anak-anaknya. Berperan ganda sebagai ayah sekaligus ibu untuk buah hatinya. Semoga Allah selalu memudahkan urusan kalian…

My little piece of heaven…

Bagi sebagian orang, mungkin makna rumah adalah penjara. Tapi bagi saya, rumah adalah “surga kecil” yang Allah anugerahkan untuk seorang perempuan, sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Di rumahnya, ia lebih terjaga dari berbagai fitnah dan menjadi sumber fitnah.

Rumah adalah istana terbaik bagi seorang perempuan. Tempatnya bertumbuh dewasa, belajar, mengajar, bereksperimen dengan hal-hal baru, membangun dan merawat cinta dengan keluarga kecilnya.

Rumah, juga adalah hijab terbaik. Di dalamnya ia terlindungi, terjaga dari berbagai macam kemudharatan yang akan dijumpai saat ia melangkahkan kaki ke luar rumah.

Biarlah mereka menyangka bahwa hidup sebagai ibu rumah tangga yang stay di rumah itu serba membosankan, yang pasti di sinilah Allah memerintahkan kita untuk tinggal. Dan perintah Allah itu semuanya baik, dan demi kebaikan hambaNya.

Siapa bilang bahwa ibu rumah tangga itu jauh dari kata bahagia? Saya sendiri merasa bahwa di sini, di rumah sendirilah sumber kebahagiaan itu.

We could find our spark joy in some simple and little things, here in our homes. Membaca buku, merapikan lemari baju, melakukan hobi, menulis blog, berkebun, membuat kue, bereksperiman dengan resep baru, bercengkrama dengan suami dan anak-anak.

Bahagia itu sederhana..

Duduk di teras atas sambil menikmati sunrise dan sunset ditemani secangkir teh atau kopi saja sudah bisa bikin (saya) bahagia. Bisa melakukan banyak hal berarti tanpa harus keluar rumah saja sudah cukup bikin saya bahagia. My home, my little piece of heaven.

Di rumah pula saya bisa merasa bebas jadi diri sendiri, seutuhnya. Mau pakai daster, blus atau celana belel, bebas.. Rambut mau dikuncir, dikepang, atau dikonde sekalian, bebas… Mau ngemil snack sambil baca buku atau ngopi-ngopi cantik kapan aja, bebas.. Mau santai selonjoran atau asyik berkutat dengan pekerjaan rumah, bebassss…

My home, my private space, my territory. It’s a place where I can be completely me. It’s a place where I feel free to choose what I want to do in my leisure. It ‘s a place where I can look and feel ugly, and enjoy it! 😉

~ Jakarta, on a chilly Saturday afternoon, January 2018….

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

Advertisement

12 thoughts on “Oh, How She Loves to Be at Home…

  1. setuju banget. emang paling enak tinggal di rumah, apa lagi kalau udah bisa tinggal di rumah sendiri.
    saya kadang suka nggak betah juga liburan/menginap di rumah sodara/orang tua lama-lama. bawaannya pengen pulang terus 🙂

    Like

  2. Blog keren seperti ini dengan tulisan yang penuh manfaat adalah modal utama dalam berbisnis online, tidak ada salahnya untuk mencoba bu…, sekedar saran setelah baca2 postingan 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.