Plagiasi atau Terinspirasi?

“If you want to be original, be ready to be copied.” ~ Coco Chanel

There is a fine line between being inspired and being a copycat.

Terinspirasi dengan menjiplak sangat berbeda. Menjiplak, hasil akhirnya biasanya hampir sama persis. Sedang terinspirasi, bisa jadi sumber ide sama, tapi eksekusi dan hasil akan sangat berbeda.

Read More »

Advertisements

Wants vs Needs

Pagi ini saya membaca sebuah postingan yang dibagikan oleh seorang teman, tentang wacana membeli mobil (dengan cara mencicil tiap bulan) seharga 500 juta dengan penghasilan 50 juta perbulan. Cukup menarik, inspiratif dan eye-opening menurut saya. Betapa di balik cicilan perbulan yang “cuma sekian” itu terselip berbagai biaya tambahan yang sangat lumayan jika dijumlahkan.

Something to be noted from that post is.. yang mahal itu bukan biaya hidup, tapi biaya gengsi 😁

Read More »

Antara Mengkafirkan dan Menjelaskan Penyimpangan Suatu Pemahaman atau Golongan

Bermudah-mudahan dalam mengkafirkan sesama Muslim itu bukan ajaran Islam. Ada syarat-syarat tertentu yang menjadikan seseorang batal syahadatnya atau keluar dari Islam.

Dan sama sekali bukan wilayah kita untuk mengatakan si alan dan si fulan kafir, keluar dari Islam. Bahkan terang-terangan menghujat pemerintah dan mengkafirkannya. Serta merencanakan pembangkangan atas mereka.

Mengkafirkan seseorang atau sebuah kelompok dengan menjelaskan kesesatan suatu tokoh atau kelompok adalah dua hal yang berbeda.

Read More »

Ketika Menggenggam Sunnah Bagai Menggenggam Bara Api

Pagi ini saya membaca artikel online bahwasanya Masjid Imam Ahmad bin Hanbal Bogor yang lebih sering disebut MIAH, (akhirnya) dicabut perizinannya oleh pihak berwenang setempat setelah berkali-kali mengalami pengusiran dan tekanan dari oknum-oknum tertentu. Seketika terselip rasa sedih sekaligus geram mendengar berita tsb.

Saya seorang Muslim, sangat wajar rasanya jika hati ini merasa marah dan kecewa ketika mendengar bahwa masjid yang seharusnya menjadi tempat ibadah, malah sengaja dihancurkan. Bahkan manusia dihalang-halangi untuk beribadah di dalamnya.

Read More »

Good Manners Cost Nothing

“Words that should cross your lips with ease: thank you, love you, sorry, please, excuse me.” #magicwords

Sebagian orang merasa sangat berat untuk sekadar mengucapkan kata “maaf” ketika bersalah (baik sengaja maupun tidak sengaja), “tolong” ketika meminta bantuan dan “terima kasih” ketika menerima sesuatu dari orang lain. They are the simplest yet the most powerful and magical words. But for some people, they are one of the ‘most difficult words’ to say.

Padahal kata-kata baik, wajah yang ceria dan perilaku santun itu gratis lho, nggak pake bayar. Gimana coba kalau berperilaku baik dan beretika itu bayar? So pasti akan lebih berat (bahkan mungkin tidak akan mau) untuk melakukannya. Wong gratis aja ogah, apalagi bayar. Sederhananya seperti itu.

Read More »