Lower Your Gaze, For Better Days!

“The term ‘LOWER YOUR GAZE’ applies on Facebook/Twitter just as it applies in real life. Remember Allah is watching.” ~ Anonymous

Pagi ini saat membuka kolom explore IG, nggak sengaja nemu profil seseakun yang ‘kelihatannya’ ikhwan ngaji di kolom explore. Sering posting pic nasehat. Followernya juga lumayan banyak.

Scroll-scroll ke bawah, baca-baca komen.. Dan pas buka list followingnya… Subhanallaah.. Mengerikaaann 😖🤢

Lain hari, pernah saya membuka list following IG pribadi suami, lalu menemukan akun temannya yang juga merupakan suami dari teman saya sendiri. Saya buka profilnya. Karena tidak dikunci, jadi saya yang tidak berteman pun bisa melihat-lihat dengan leluasa.

Kebetulan beliau ini termasuk sosok yang populer di jagad maya. Scroll down, baca-baca komen, buka list follower dan followingnya. Dan sangat kaget rasanya menemukan akun para wanita berbusana irit bahan serta berpose sangat seronok.

Kagetnya karena saya kenal betul siapa ikhwan ini dan istrinya. Kemudian saya sampaikan ke suami “hasil temuan” saya tadi dengan tujuan agar beliau tabayyun pada temannya itu.

Ada lagi kisah nyata..

Sosok yang kerap dipanggil ‘ustadz’, aktif di dunia maya dengan pencitraan yang begitu hebat sebagai orang yang alim dan terpandang. Begitu lihat sosmednya, ternyata yang difollow kebanyakan adalah para akhwat yang suka berselfie ria. Sering pula ngelike foto-foto mereka.

Tidak sekali dua kali saya menemukan jejak jempol dan komentar para ikhwan yang (ngakunya) udah ngaji di akun-akun wanita yang jelas-jelas bukan mahramnya. Baik wanita yang menutup aurat maupun tidak.

Di postingan selfie para perempuan, baik yang belum berhijab, sudah berhijab bahkan berniqab.. Sampai forum-forum ikhtilat dunia maya berkedok wadah nasehat yang antar membernya saling flirting dengan kata-kata ‘menjurus’ dan menggoda..

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah…

Sungguh halus dan dahsyatnya tipu daya sosial media. Mereka yang menundukkan pandangannya ketika berpapasan dengan para wanita di jalan-jalan, menjadi sosok yang jauh berbeda di sosial media.

Mereka yang pemalu dan sangat menjaga kemuliaan dirinya di dunia nyata, dengan mudah melepaskan pandangan dan bermudah-mudahan menjalin komunikasi dengan wanita ajnabi di dunia maya.

Ibu-ibu dan teteh-teteh yang suaminya suka main sosmed, bahkan aktif banget posting… Coba deh sesekali ceki-ceki DM, list following dan posts you’ve liked-nya.

Kalau clean dan lempeng-lempeng aja, alhamdulillaah… Banyak-banyaklah bersyukur. Laki-laki setia yang menghiasi dirinya dengan ghadhul bashar di jaman sekarang ini terhitung langka.

Kalau qadarullaah nemu yang aneh-aneh, dan bikin shock.. Coba tabayyun dan ingatkan secara halus. Namanya laki-laki kadang (mudah) tergoda, tugas kita sebagai istri mengingatkan.

Suami-suami juga jangan gengsi kalau diingatkan istri, apalagi jika yang disampaikan benar dan sesuai fakta, dengan cara yang santun pula. Tidaklah ia mengingatkanmu, melainkan karena menginginkan kebaikan untukmu, juga untuk keutuhan rumah tangga kalian berdua.

Akuilah kekhilafan itu, mintalah ampun pada Allah, mohon maaflah pada istri karena telah menyakiti hatinya, lalu berjanjilah untuk tidak mengulanginya. Bersyukurlah karena ia telah menyelamatkanmu dari api neraka.

“Islam tells men to lower their gaze and not to stare at women. It will protect them from doing haram deeds.” ~ Anonymous

Di antara fungsi pasangan adalah peka membaca tanda, tak ragu saling mengingatkan, tanpa diminta. Bukan karena kepo atau cemburu buta, tapi semata karena sayang dan cinta. Apa jadinya jika suami istri saling acuh dan abai dengan kemungkaran yang diperbuat satu sama lain?

Bagi saya (dan pasangan), kejujuran dan keterbukaan adalah salah satu pilar penting dalam pernikahan. Keterbukaan dalam hal apapun, baik itu dalam hal finansial, isi hati, persoalan yang sifatnya sangat prinsipil, komunikasi, rasa tidak nyaman, bahkan kekhawatiran terdalam sekalipun.

Salah satunya adalah keterbukaan dalam hal gadget. Bebas untuk membuka gadget masing-masing tanpa rasa takut atau canggung. Kalaupun gadget diamankan dengan password, kami sudah tahu bahkan hapal password masing-masing.

Trust and loyalty. Dua kata yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sebuah pernikahan. A healthy relationship is about giving trust and receive it in return. It’s mutual. Reciprocity required.

In a healthy relationship, there are no secrets, lies or treachery. Saling percaya, saling menjaga, saling terbuka, saling setia, saling mengingatkan, dan saling memegah teguh komitmen yang telah dibuat.

Tidak ada satupun wanita yang rela jika suaminya mengumbar pandangannya pada semua wanita. Tidak ada satupun wanita yang suka jika suaminya mengobral kata-kata rayuan kepada wanita lain selain dirinya.

Besarnya fitnah pandangan mata, telah diperingatkan oleh Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam sejak dahulu kala. Ialah pangkal dari segala bentuk perbuatan zina. Karena itulah Allah memerintahkan wanita untuk menutup dirinya dengan hijab dan memerintahkan laki-laki untuk menahan pandangannya.

Laki-laki yang baik dan senantiasa menjaga kehormatan dirinya, diperuntukkan bagi perempuan baik yang juga teguh menjaga kesucian dan rasa malunya. Demikian juga sebaliknya. Jagalah diri kita hanya untuk pasangan halal kita, layaknya kita ingin agar ia menjaga dirinya hanya untuk kita seorang.

Jangan sampai Allah memisahkan kita, karena satu dosa yang dilakukan oleh salah seorang di antara kita.

 

“Tidaklah dua orang yang saling mencintai, kemudian dipisahkan antara keduanya, kecuali karena satu dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari keduanya.” (HR Ahmad)

~ Jakarta, April 2018.. lower your gaze, to reserve it, for someone who deserves it.

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

Advertisement

One thought on “Lower Your Gaze, For Better Days!

  1. Reblogged this on A Journal to Remember and commented:
    Lower your gaze, to reserve it, for someone who deserves it… Pasangan adalah cerminan diri. Kadang suka khilaf ngirim ng-upload foto sendiri ke medsos, huhu. Semangat untuk tidak upload foto diri, Kii! 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.