Just A Few Good People

Percakapan di suatu sore….

“Aku pengen deh punya banyak temen, tapi ada aja temen yang kalo aku ajak main atau jalan suka nggak mau..”

“Coba deh kamu yang lebih dulu deketin mereka, ajak mereka ngobrol..”

“Aku udah coba ngajak ngobrol duluan, tapi mereka malah ngomong gini, ‘Emang siapa yang nanya?'”

“Lalu, bagaimana perasaanmu saat itu?”

“Ya aku sedih…”

“Hmmm..  Dulu waktu masih sekolah, waktu masih esde  apa esempe  ya.. Aku juga pernah ngerasa kayak gitu, pengen punya banyak temen, pengen disukai oleh banyak orang.. Sering bertanya-tanya…

‘Kenapa sih ada aja yang nggak mau aku ajak temenan? Kalo aku duluan ngajak ngobrol, nyoba untuk ramah, malah akunya dicuekin.’

Tapi setelah aku dewasa, aku sadar bahwa nggak semua orang harus jadi temen kita. Apalagi setelah aku memasuki usia 30-an, aku benar-benar tersadar…

Aku ini nggak butuh banyak temen, cukup sedikit temen tapi loyal dan bisa bikin aku nyaman. Aku juga merasa nggak perlu disukai oleh semua orang. Cukup oleh mereka yang berarti dan dekat di hatiku.

As we grow older, we tend to minimize our circle. We save the private space for only the best ones. Maybe our circle decreases in number, but increases in value. Fewer friends, less drama. Keep your circle small.

And you, you must be a very kindhearted person to feel that way. Kamu udah berusaha berteman dengan mereka, berbaik hati membuka pintu persahabatan, tapi mereka nggak mau berteman dengan kamu.

It’s okay. Itu artinya memang mereka bukan teman yang cocok untuk kamu. Dan kamu juga bukan teman yang cocok untuk mereka. Nggak apa. You were simply not meant for each other.

Kamu nggak perlu berteman dengan banyak orang, atau disukai oleh semua orang. Kamu juga nggak perlu mengorbankan prinsip atau mengubah dirimu hanya untuk disukai orang lain.

Dalam bergaul, kita boleh kenal dengan siapa aja, tapi untuk berteman dekat? Hmmm, nanti dulu.

You don’t need to be accepted or loved by everyone, just a few good people. People who accept and love you the way you are. Even at the times when you are hard to accept and love yourself.

So, jangan sedih lagi ya.. Kamu harus percaya bahwa tidak ada yang salah dengan dirimu ketika mereka tidak mau berteman denganmu. Terlebih jika kamu tidak melakukan sesuatu yang salah dan melanggar norma.

Percayalah, masih banyak orang lain di luar sana yang menyayangimu apa adanya tanpa kamu harus mengemis perhatian mereka. Orang-orang yang tulus menerima kamu apa adanya, bukan karena hal-hal duniawi yang kamu tawarkan pada mereka sebagai harga sebuah persahabatan.

There will be times when you are learning to love the sound of your feet walking away from things not meant for you. And somehow, you’ll be grateful when you know the reason why they were not meant for you.

Chin up, little flower! You are such a precious thing, a good and rare soul. Never let others make you think otherwise. Promise?”

“Promise :)”

 

~ Jakarta, on a gloomy and rainy afternoon, end of April 2018…

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

Advertisement

7 thoughts on “Just A Few Good People

  1. Setuju bgt ka :’ tapi ya kadang meski cuman punya temen beberapa tetep aja ngeraa kayak ga punya temen gitu ka. Gegara terlalu sibuk dg urusan masing masing, jadinya skrg jarang ada interaksi. Kadang jadi sedih aja gitu klo awalnya deket trs berjarak gegara jarang ngumpul :” trs frustasi karna kesepian. Klo kayak gitu enaknya gimana ya ka 😓

    Like

    • Dear Shafira, tiap orang pasti punya kesibukan, tapi mereka yang benar2 menghargai arti persahabatan pasti akan meluangkan waktu demi sahabatnya. Walau hanya bertukar kabar via text atau ketemu beberapa bulan sekali (jika memang jaraknya memungkinkan).

      Saya sendiri bersahabat baik dg beberapa teman lama yang sudah saya kenal sejak 12 tahun lalu. Meski kini kami sudah memiliki kehidupan sendiri2, di kota yang berbeda2.. Namun kami tetap keep in touch dan berusaha untuk selalu ada untuk satu sama lain.

      Teman2 baik akan selalu berusaha mempertahankan jalinan persahabatan, jika memang bagi mereka hal tsb masih sangat berarti. Out of sight, but never out of heart.

      Nobody is too busy, it’s just a matter of priorities.

      Liked by 1 person

  2. Sepertinya menemukan sebuah persahabatan sulit, circle pertemanan saat ini udah pada toxic jarang yang dapet pure temen asik,contohnya “eh kemaren si A, si b juga habis gini-gini blablabla..”.
    Emang toxic nya kudu di hindari dari diri sendiri dulu biar dapet yang namanya friend like brotherhood.

    Like

  3. As long as we love our own self purely, we will can love other sincerely.

    Saya pun begitu. Teman-teman terbaik akan terseleksi dan menetap di hati tanpa perlu menyengaja untuk disenangi.

    Aahh, jadi kangen teman-teman terbaik saya yang jauh di mata namun dekat di hati 💑

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.