A Quiet Life

“The older I get the more I realize the value of privacy. Of cultivating your circle and only letting certain people in. You can be open, honest, and real while still understanding not everyone deserves a seat at the table of your life.” -Unknown

Dulu : Saya ingin orang lain tahu siapa saya. Apa yang saya lakukan, apa yang saya rasakan, tempat-tempat yang saya kunjungi, hal-hal yang saya impikan dalam hidup. I wanted to be famous, widely known among others.

Kini : Nggak perlu orang lain tahu siapa saya. Apa yang saya lakukan, apa yang saya rasakan, tempat-tempat yang saya kunjungi, goal dan harapan yang ingin saya capai. I choose to stay low. What I say or do, nobody needs to know.

Life has taught me…

Bahwa keheningan, kesunyian, ketenangan, jauh dari hiruk pikuk popularitas.. Adalah satu dari sekian banyak kunci hidup bahagia.

The older I get, the more I realize the value of privacy. And the older I get, the more I realize, it’s okay to live a life others don’t understand. It’s mine, not theirs.

It’s both a privilege, and a blessing to live a quiet life in a noisy world. To distance ourselves from things that could prevent us from attaining peace and tranquility.

From the outside, the life we have may seem so dull and boring. But we knew in the inside we have the most colorful life and loudest mind anyone could ever imagined.

Kita tidak perlu pengakuan dan puja puji dari orang lain agar suasana hati lebih menyenangkan. Kita juga tidak butuh diterima oleh semua orang, hanya untuk merasa bahwa diri ini berharga.

Kita melewati episode-episode terbaik dan titik-titik terendah dalam hidup ini, tanpa perlu mengumumkannya pada seluruh dunia. Kita menyimpannya rapat-rapat, untuk kita sendiri, dan orang-orang yang kita cintai.

Kita sadar, kita tidak perlu mencapai standar bahagia dan sempurna versi manusia sedunia.. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dan bahagia dalam hati kita sendiri. Sekecil apapun itu.

Makin hening hidup kita, makin damai pula jiwa kita. Makin sedikit pintu dan jendela yang terbuka, makin kecil pula kemungkinan untuk terluka.

Jangan gadaikan kebahagiaan sejati milik kita sendiri dengan kebahagiaan versi orang lain. Apa yang membuat orang lain bahagia, bisa jadi berbeda dengan bahagia versi kita.

Sebagian dari kita bahkan mengorbankan kedamaian hati demi label “bahagia” dan “sempurna”, meski kita sadar sepenuhnya, bahwa hal itu sangatlah menyiksa. The high isn’t worth the pain.

Always in love with this quote,

“If it costs you your peace, it’s too expensive, darling..”

Good night ❀

~ Jakarta, rainy November 2018… a moment before bedtime.

Β© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pixabay ]

Advertisements

26 thoughts on “A Quiet Life

  1. kadang sering dibilang kalo sibuk banget ya sampe ngga pernah fb an, hahaha bukannya aku sok sibuk, terlalu banyak orang yang aku kenal di sosmed, bikin ngga nyaman untuk posting sesuatu, lebih suka jadi pengamat timeline aja, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.