Me-Time: A Healthy Way to Maintain Your Sanity

“Setelah jadi ibu rumah tangga, apa sih me time favoritmu?”

“Owalah mbaaak, boro-boro me time.. Wong bisa tidur siang, mandi dengan tenang, pakai parfum, dan nggak lupa sisiran tiap hari aja buatku udah anugerah terindah, lhooo…”

Hahahaha, second that sobatkuhhh! πŸ‘Œ

Setelah jadi ibu rumah tangga, apalagi yang anaknya sudah banyak (seperti saya ini, manteman).. Rasa-rasanya me time adalah barang langka yang sangat berharga. Kalau nggak boleh dibilang impossible.

Kadang ya, seharian sibuk aja nguplek di dapur dan kasur. Di dapur masak dan nyupir, di kasur ngelonin anak. Kadang disambi scroll-scroll sosmed dan chatting sama temen-temen juga sih.

Berhasil melewati hari tanpa stress dan rasa bersalah karena nggak semua kerjaan bisa kepegang aja, udah sebuah prestasi banget. Bagi saya yang (dulunya) perfeksionis abis, yang semua serba teratur dan tertata, yang nggak suka kejutan di menit terakhir..

Having a messy schedule and go easy with it adalah sebuah perubahan besar. Pasrah dot com sih lebih tepatnya. Just like, yoweslah, sakarepmu πŸ˜„

Iya, jadi ibu rumah tangga itu rentan stress, lho. Apalagi yang mandiri tanpa asisten rumah tangga. Setelah hampir 12 tahun menjalani peran ini, saya sadar bahwa kewarasan adalah hal penting yang wajib jadi prioritas.

Belajar tenang dan sabar menghadapi situasi yang jauh dari harapan (this is the hardest part, tbh). Sayapun memutuskan untuk berdamai dengan keadaan. No more “perfectionist me”. Yang bisa dikerjakan saat ini ya dikerjakan, nggak bisa sekarang ya sudah. Selow. Ra sah ngoyo.

Nah, back to topic ((tipikal perempuan (baca: saya) buanget nih ngobrol ngalor ngidul jauh dari topik utama gini πŸ™ˆ))…

Jadiiii gimana cara menyiasati supaya stay at home mom seperti saya ini tetap waras? Menurut saya, salah satunya adalah dengan menyisihkan waktu untuk diri sendiri.

Bagi saya, me time itu harus dicari, diluangkan, diprioritaskan. Bukan cuma dari sisa sisa waktu yang ada. Walau kenyataannya, seringkali memang hanya dapat waktu sisa sih, hehe.

“My alone time is so special. It’s not selfish. It’s how I take care of me.”

Sederhananya gini, whataver makes you happy, do it (in a positive way, yaaa..). Sesempit apapun waktunya, lakukan segera. Jangan terlampau idealis dan nggak realistis, alias terlalu muluk-muluk.

Misalnya, nunggu bisa me time selama 4 jam non stop tanpa gangguan atau rengekan anak. I might say that is difficult, if not impossible. Especially when you have a baby and toddlers in hand, plus you don’t have those “limolas nannies” to help you with household chores and its printilans. Lol.

Contohnya, saya nulis ini jam setengah tiga pagi saat rumah masih sepi. Cuma ditemani suara rintik hujan dan detik jam weker. Setelah tidur awal jam sepuluh, lalu terbangun hampir jam dua belas karena perut krucuk-krucuk (balada busui), saya terjaga sambil ngemil bolen pisang keju oleh-oleh suami yang baru pulang dinas luar kota.

Trus ngapain aja? Buka hape, browsing, cari review seputar dunia perbayi-an, scrolling feeds sosmed, buka marketplace, dsb. Teteup sambil ngunyah, dong. Ketika rasa kantuk itu sudah mulai datang lagi, langsung pasang ancang-ancang tidur part 2.

Masuk kamar, rebahan, tiba-tiba kepikiran pengen nulis soal ini.

A sudden conversation was going on inside my head :

  • Me : Lah kok malah udah siap merem gini baru pengen nulis. Besok aja, lah. Malesss.
  • Another me : Ah, besok pasti udah ilang moodnya. Waktunya juga belum tentu ada. Udah, eksekusi sekarang aja, Marimar!

And here I am, sharing these receh thoughts yang emang receh banget setelah dibaca berkali-kali. Ahahaha. But still, I published it anyway πŸ€·β€β™€β€οΈ

Selain leyeh-leyeh sambil ngemil dan ngupi-ngupi cantik.. Me time favorit bagi emak-emak rumahan seperti saya adalah bekerja. Kerjaan rumah tangga sih jangan ditanya, mati satu tumbuh seribu. Maksudnya kerja di sini kerja sampingan dari rumah aka berbisnis alias dagang.

Selang dua pekan setelah melahirkan, saya udah kangen banget kerja. Balik ke workshop, moto produk plus ngedit, ngiklan, balesin chat customer, bikin invoice, packing, dan… cek mutasi pastinyaaa. Hahaha, kidding bro.

Bagi saya, bisnis itu nggak selalu soal uang. Ya memang sejak kecil saya sudah senang berdagang. Jualan es, terima jahitan, sekarang jualan jilbab online.

Enak aja gitu ada yang dikerjakan selain tugas utama sebagai ibu rumah tangga, menghasilkan pula. Jadi kalau mau beli sesuatu semisal jajan dan belanja online nggak mesti minta sama suami.

Bekerja bagi saya adalah wadah aktualisasi diri. I do it because I love it. This is where my passion belongs to. This is something that I treasure, something that means a lot to me. Something that cannot defined by money.

Selain bekerja dari rumah, nulis, ngemil, ngupi, dan chatting plus sesekali pul-kumpul sama temen.. Me time favorit emak-emak seperti saya adalah home treatment aka skincare-an. Nggak muluk-muluk harus nyalon atau facial. Bisa rutin maskeran aja udah happy banget saya mah.

Dulu jaman si bayik kecintaan itu belum lahir, saya rutin maskeran seminggu 2 – 3 kali. Pakai sunscreen kalau keluar rumah dan night cream sebelum tidur. Sekarang, maskeran seminggu sekali aja udah syukur. Pakai sunscreen jarang, jarang keluar rumah soalnya. Padahal emang aslinya nggak sempet πŸ˜€

Every night struggle adalah: mau langsung tidur apa cuci muka dulu. Night cream pas lagi ‘eling’ aja. Seringnya malem udah ngantuk berat, tau-tau lho udah pagi aja. Hahah. Begitulah, hadirnya bayi mengubah segalanya πŸ˜„

And last but not least, one of my favorite me time adalah mandi dan makan dengan tenang. Tanpa rengekan dan suara gedoran pintu. Walau kadang pas lagi mandi kok perasaan kayak denger suara bayi nangis. Matiin kran, krik krik krik, sepi… Oh ternyata aku yang halu 😹

Coba deh sesekali pas lagi butek and the ruwet sama kesibukan harian, makan yang nikmat trus mandi sampai terasa suegerrr. Dijamin kondisi mood berubah drastis.

Seringkali bad mood disebabkan oleh dua hal: 1. Lapar, 2. Capek, 3. Gerah alias hareudang ditambah gatal-gatal karena lupa mandi (tipikal mamak rempong banget).

Nah, itulah beberapa me time favorit saya. Pasti para mamak squad di luar sana punya me time favorit sendiri yang bisa bikin jiwa raga freshhh bagaikan masuk kulkas di siang hari yang panas. Always make a time for yourself. And never feel guilty about it.

Mengutip ucapan seseorang yang buat saya “nyesss” banget di hati,

“Kebanyakan perempuan lupa menyayangi dan mengasihi dirinya sendiri setelah menikah dan punya anak. Padahal, seorang ibu yang bahagia, akan melahirkan suasana rumah yang bahagia pula…”

~ Jakarta, March 2019.. hey you, you glow differently when you’re happy πŸ˜‰

Β© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

4 thoughts on “Me-Time: A Healthy Way to Maintain Your Sanity

  1. Well written,sis.. kalo me-time favorit aku itu 10 minutes drive, alone in the car. Either itu cm ke coffeeshop buat takeaway segelas kopi, atau cuma jajan gak penting ke minimarket. Those time are precious and rare. Hihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.