When He Leaves You

“Did you love him?”
“Yes.”
“How much?”
“Does it matter?”
“Why does it not?”
“Because it wasn’t enough to make him stay.”

Beberapa waktu lalu, seseorang bercerita pada saya perihal proses ta’aruf salah seorang temannya yang kandas di tengah jalan. Lebih tepatnya, diakhiri secara sepihak oleh sang laki-laki.

Padahal menurut temannya itu, hubungan mereka sudah sampai pada tahap yang cukup jauh. Sudah dikenalkan ke salah satu anggota keluarga sang laki-laki, sudah sering kontak, sudah dalem banget rasanya macem sumur yang abis didalemin pake bor.

Qadarullaah harus berakhir dengan sebuah alasan yang menurut saya, sorry to say, klise abis. Ujung-ujungnya sih ternyata karena si laki-laki udah punya calon pilihan lain. Ewww.

Saya dapat membayangkan rasanya berada di posisi si perempuan. Pasti perih dan pahit. Udah melangkah dan berharap terlalu jauh, lalu dicampakkan begitu saja. Istilah kekiniannya, ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya. Ugh.

Rasa perih dan sakit hati yang dialami si perempuan adalah hal yang normal dan wajar terjadi. She’s only human. And human are allowed to feel pain, hurt, anger, rejected, and sad.

Mau nangis? Ya monggo nangis aja jangan ditahan-tahan. Hati masih mendung dan bersedih, biarkan rasa sedih itu datang. Jangan ditepis seolah semua baik-baik aja.

The pain is inevitable, so feel every inch of it. Feel it, then get over it. Nikmati semua rasa yang ada, jangan buru-buru diakhiri. Karena kalau kita in denial terus menerus, luka itu akan terus menganga di alam bawah sadar kita.

Sebagai manusia kita boleh ngerasa sedih dan kecewa, tapi jangan lama-lama atuh sedihnya. Apalagi terbawa hanyut sampai depresi berkepanjangan.

Rugiii, atuh neng. Yang di sana udah asyik sama yang baru kita masih sesenggukan aja menyesali takdir. Meratapi kenapa dia kok bisa tega amat ninggalin kita yang udah banyak berharap.

Dear ukhti, wherever you are, whenever you read this..

Sadarilah bahwa sesungguhnya, perpisahan itu telah menyelamatkanmu. Open your eyes, he’s just not that into you.

Laki-laki yang baik, tidak akan memberi berjuta harapan tanpa kepastian. Ia tidak akan bermain-main dengan perasaan dan kata “nikah”, karena ia paham bahwa soal nikah bukanlah bahan permainan.

Laki-laki yang baik adalah ia yang sungguh-sungguh ingin memilikimu dengan cara yang halal. Bersegera untuk mendatangi walimu, meminta izin untuk mengikatmu dengan akad yang suci.

Bukan yang ngajak ketemuan dan jalan berdua, bermudah-mudahan mengobrol tanpa udzur syar’i, atau yang menjejalimu dengan impian dan harapan kosong.

Sadarlah ukhti, engkau haruslah bersyukur karena telah dipisahkan sekarang, saat ini, sebelum semuanya terlambat.

Coba bayangkan kalau kalian jadi menikah, lalu laki-laki itu tertarik dan main belakang dengan perempuan lain, lalu menceraikanmu dengan alasan yang sangat tidak masuk akal.

What a nightmare.

Apalagi jika sudah ditambah hadirnya anak, tentu masalah yang timbul akan lebih rumit lagi.

Apa yang Allah takdirkan, pasti menyimpan hikmah yang tidak pernah kita bayangkan. Obat itu pahit, tapi ia berkhasiat menyembuhkan dengan izin Allah.

So are the trials, tests, and difficulties. They cleanse and wash away your soul. So that your view becomes clearer. And your heart becomes stronger.

Apa yang telah terjadi pasti mengandung pelajaran berarti. Seringkali saya mewanti-wanti teman-teman yang masih lajang, plis atuhlah, yang namanya ta’aruf itu nggak usah pakai hati.

Tertarik, sreg, feel the chemistry is okay. Tapi jangan sampai terlalu dalam, terlalu berharap, apalagi sampai all out rela meyerahkan segala-galanya untuk si dia yang belum pasti menjadi jodoh kita.

Shakespeare once said, “Expectation is the root of all heartache”. I second that. Berharap boleh, tapi sekadarnya aja. Selama akad belum terucap, anything could possibly happen. Ngerap aja cape, apalagi ngarep yekan?

Ketika kita ditikung, diputusin secara sepihak, ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya.. That’s a quick reminder that, dia bukan untukmu. Bukan jodohmu. Bukan yang terbaik.

Allah akan berikan pengganti yang jauh lebih baik jika kamu terus berbenah dan memperbaiki diri. Remember, good men are for good women, and vice versa.

Dan lucunya, ketika memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut, si laki-laki seolah memberi kesan,

“Ya kita nggak tau apa yang akan terjadi. Kalau kita jodoh, pasti bakal balik lagi.”

Pffftt, you wish. Udah ngancurin hati anak orang karena tertarik sama yang lain, trus main enteng aja mau balik lagi berharap diterima seperti nggak pernah terjadi apa-apa.

Please dear, jangan ada setitikpun asa dan rasa harap tersisa untuk dirinya. Don’t give him a chance to turn you down again. Cut him off. Block his access to you in every way, if you must.

Mau dia ngajak balikan karena ternyata (ehem) akhirnya nggak jadi sama calonnya saat ini..

Mau dia ngirimin text rayuan pulau kelapa sehari 7 kali udah macem sholat 5 waktu + sholat dhuha + qiyamullail..

Mau dia dateng bawa setangkai mawar putih entah metik darimana sambil ujan-ujanan semalem suntuk di depan rumah sambil baca puisi hasil copas dari Gugel..

Once you walk away, there will be no turning back. Itu kalau saya. When it’s over, it’s over. Bye. End of the story. Balikan? Thank you, next!

You’re not an option, not someone who desperately wait for him to comeback whenever he get kicked and bored. No, not definitely that kind of woman.

Dear girl, have some dignity.

Jangan biarkan bunga-bunga di hatimu yang pernah dibuatnya layu, mekar kembali hanya karena dia sering baca story WA-mu, sering chat basa-basi nggak jelas, atau karena sering nge-like status-statusmu.

Real gentleman won’t do that to win your heart back. Hanya abegeh alay yang pakai cara-cara semacam itu untuk nge-PHP-in gebetannya. Not classy at all.

Dan ketika kamu lagi ngerasa di level bucin terparah, sampai-sampai kamu berharap ada keajaiban (to me it’s clearly a disaster) bahwa dia bakal balik lagi setelah dia tega ninggalin kamu..

Coba inget-inget pas dia bikin hatimu porak poranda. Pas dia ngarang alasan yang totally nggak masuk akal untuk mengakhiri hubungan kalian. Pas dia bikin kamu merasa worthless dan nggak berguna.

Jiwa remuk redam. Tidur nggak nyenyak. Bantal banyak pulaunya kena rembesan air mata. Makan nggak selera. Liat Mekdi berasa liat kotoran kocheng.

That’s enough to make you feel determined and gleefully say, “Thanks but, no thanks”.

Sayangi hatimu, sayangi dirimu, sayangi masa depanmu. Forgive yourself for falling in love with the wrong person. People make mistakes and they learn from it.

Jangan pernah lagi kepo atau sekadar iseng ingin tahu tentang dirinya. What he’s up to, how’s his relationship with his new partner, or how to make him comeback to you.

Jangan pernah lagi mengenang masa-masa saat kamu dibutakan oleh cinta. Saat-saat kamu membiarkannya membiusmu dengan berjuta harapan tentang masa depan yang ujungnya zonk alias kopong.

Please just don’t. It’ll make you suffer even more.

Sebagai perempuan, kita harus menghargai diri kita sendiri sebelum berharap orang lain menghargai kita. Hargai dirimu dengan setinggi-tingginya penghargaan.

Choose yourself over anything else. Never lower your standards, never settle for anything less. And yes, you deserve someone better.

Always in love with these words by Zienab Hamdan:

“Stop watering the dead flowers
That he once planted in your heart.

Yes,
They were once beautiful
But it is almost Autumn now
And they’ve become withered.
But next spring,
Rip them out from the roots and
And plant new ones
All by yourself
For yourself.
You belong to no one.
Not to him.
Not to the next person.
You belong solely
And Utterly,
To you.”

~ Jakarta, 2 AM in the morning… “You loved him enough to let him leave. Now you need to love yourself enough to let him go…”

Β© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

7 thoughts on “When He Leaves You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.