Niqab vs Tabarruj

A long time ago…

Saya pernah dapat hadiah bros cantik dari kantor suami. Warna hijau emerald muda dan kuning gold. Model bros yang biasa disematkan di khimar.

Cantiknya masya Allah, ngalah-ngalahin bros yang dipakai waktu walimah dulu. Kelihatan lebih mahal pula harganya.

Karena saat itu saya sudah berniqab, maka bros itu tidak pernah saya pakai. Saya tidak merasa nyaman memakai bros di rumah, karena agak berat sehingga mengganggu aktivitas.

Karena saya pecinta warna hijau, akhirnya yang kuning gold saya hadiahkan untuk seseorang, sedang yang hijau saya simpan untuk anak perempuan saya kelak.

Saya ceritakan kepadanya, kenapa saya hadiahkan bros itu untuknya. Ia bertanya, kenapa bros sebagus itu tidak saya pakai saja.

Saya bilang, saya nggak mungkin pakai, karena saya kan pakai niqab. Ia bertanya lagi, memang kenapa kalau pakai niqab trus pakai bros?

Jawaban saya,

“Masa pakai niqab pakai bros juga? Bukannya justru aneh dan mengundang perhatian ya? Pakai niqab itu untuk menutupi kecantikan dan agar tidak mengundang perhatian. Kalau sudah pakai niqab lalu pakai bros, brosnya cantik pula. Trus tujuan pakai niqab buat apa?” :’)

That’s why saya kalau lihat akhwat bercadar yang pakai niqab model butterfly, miring, kiwir-kiwir, kemudian pakai aksesoris bros atau bling-bling di ujung niqabnya sering gagal paham. Tujuan pakai niqabnya untuk apa ya?

Kalau niatnya lurus karena ingin menutupi kecantikan, tentu tidak akan menghiasi niqabnya dengan aksesoris. Karena ia khawatir, justru mata-mata manusia akan tertuju padanya ketimbang ia memakai hijab biasa tanpa niqab.

Itulah jerat-jerat syaithan..

Sudah berhijab dan menutup aurat, belum tentu seorang muslimah lepas dari jerat syaithan yang lain.

Sudah berhijab menutup kepala.. Tapi masih cuek pakai blus pendek plus jeans ketat dan jilbab irit bahan.

Sudah berhijab panjang, longgar.. Tapi dibuat sedemikian menarik hingga terjatuh dalam tabarruj.

Sudah rapat bercadar, dibisiki syaithan hingga muncul keinginan untuk tampil dan menonjolkan diri dengan berbagai aksesoris dan pose-pose selfie dengan niqabnya.

Yang kadang justru malah menimbulkan fitnah bagi sebagian laki-laki, terutama mereka yang sudah ngaji.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai wanita akhir zaman yang menghiasi dirinya dengan rasa malu. Yang tak suka mengekspos kecantikan dirinya, kecuali untuk suaminya tercinta.

~ Jakarta, July 2019.. a reminder to myself.

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

Advertisements

2 thoughts on “Niqab vs Tabarruj

  1. Kak Meut, aku jadi kepikiran sesuatu dan mau tanya. Kalau berkenan mohon dijawab ya, tapi kalau ga berkenan gapapa diskip aja hehe.

    Kalo kakak pribadi, masih pro dengan outfit niqab yang warna-warni atau sehari-hari pakainya yg full hitam aja?

    • Aku pribadi nggak berpakaian full hitam, kadang pakai warna-warna gelap, kadang pakai warna-warna terang. Kalo pakai warna terang biasanya di mix n match sama yang gelap, supaya tidak terlalu mencolok atau mengundang perhatian 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.