Lepaskanlah…

“Kemampuan melepaskan, melupakan, membiarkan atau apapun orang menyebutnya.. Adalah salah-satu akar penting dari pohon kehidupan.

Jangan dipaksakan, jangan digigit terus, lepaskanlah.
Maka biarkan pohon kehidupan kita tumbuh besar, kokoh, rimbun dan berbuah.

Apapun itu, baik kejadian menyakitkan, tindakan aniaya orang lain, pengkhianatan. Atau hal-hal kecil seperti ketinggalan bus, kehilangan buku, kaki bengkak terantuk ujung meja, lepaskanlah.

Apapun itu, baik kehilangan seseorang yang penting, padamnya perasaan, kekecewaan menunggu, gagal ujian. Atau hal-hal kecil seperti kehabisan menu favorit, disenggol motor, komen tidak direply, lepaskanlah.

Jangan keukeuh dipegang buah busuknya.
Jangan ngotot disimpan bisul kejadian tersebut di hati,
Lepaskanlah, maka kita akan melihat kesempatan baru, penjelasan baru, atau sekadar kesegaran suasana baru.

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.

Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.”

~ Darwis Tere Liye

Dalam hidup ini, ada hal-hal yang tak selamanya dapat kita genggam. Ada hal-hal yang harus kita lepaskan, suka atau tidak, berat atau ringan.. Namun, harus dilepas demi hari esok yang lebih baik.

Seringkali, dua orang yang bersama justru menimbulkan konflik tanpa henti dan pertikaian yang tak terhindarkan. Dan ketika mereka telah berpisah, memilih jalannya masing-masing.. Hubungan keduanya jauh lebih baik dan lebih sehat.

Just like a saying, sometimes holding on does more damage than letting go. Sure it hurts to let go, but sometimes it hurts more to hold on.

Lepaskanlah, jika memang ketenangan hidup hanya bisa diraih dengan melepaskan. Jangan ngotot bertahan jika memang tidak baik dan tidak nyaman.

Begitu pula halnya dengan emosi dan suasana hati. Seringkali, yang membuat mood kita rusak, suasana hati kita berantakan, ya kita sendiri. Bukan orang lain.

Udah tahu bakal sakit hati, tapi tetap kepo mencari tahu. Udah tahu bakal dikecewakan, tapi tetap berharap. Udah tahu akan terasa perih, tapi terus saja diingat-ingat.

Not everything is worth the time, the effort, the energy. And the best way to heal a wound is to stop touching it. Stop romanticizing it.

Ada hal-hal yang harusnya tidak perlu mengusik kedamaian kita, but we insist of making it a big fuss. Sayang banget energi dan waktu kita hanya untuk mengurusi hal yang tidak penting.

Waktu adalah sesuatu yang tidak akan kembali atau datang dua kali. Use it wisely. Banyak hal yang sama sekali bukan urusan kita, tapi kita dengan sukarela “mengorbankan” diri hanya untuk dibilang peka dan care.

Kalau memang mau care, care-lah pada tempatnya, sesuai porsinya. Jangan sampai overcare, kita sendiri yang susah nantinya. Remember, being too much care (and nice) will kill you.

Sekali lagi, ada hal-hal yang perlu kita genggam erat, dan ada hal-hal yang perlu untuk kita lepaskan. Ada hal-hal yang harus kita lupakan, agar langkah ke depan terasa ringan.

Agar kedamaian dan ketenangan, selalu melingkupi jiwa kita, penuh dan utuh. Tanpa harus terbagi dengan sesuatu yang tak layak untuk dipermasalahkan atau dipertahankan.

Sakit hati, rasa cemburu, kegagalan, kecewa karena dikhianati, tersinggung karena hal sepele, sampai kenyataan hidup yang begitu getir untuk dihadapi.

Leave your emotional baggage behind in order to move forward. Close the door from things, people and places that used to hurt you, used to drain you.

Some are worth to be remembered as a lesson, not memorable pieces. Sometimes the thing or person you want the most, are the ones you’re best without.

Let go of illusion that it could have been any different. What is done is done. It cannot be undone. Cut the connection with all the things that keep weighing your soul.

Wave goodbye to those who love to left your soul shattered into million pieces. People and things who keep blocking your way out from the past. Who keep convincing that you are not deserve to love, and to be loved in return.

Accept your darkest days as a part of your past. There will always be a reason why you must crossed those unfortunate roads. You are destined to survive, to conquer, to be the better version of yourself. Here, now, today.

Let it go ………

So you can open your eyes, spread your wings, and step into the daylight. Ready for a beautiful new beginning. Breathe in, breathe out, move on ❤

~ Jakarta, end of October 2019.. yesterday is heavy, put it down :’)

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

8 thoughts on “Lepaskanlah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.