Perempuan, Cinta, dan Insecurity

Rich or handsome?” a girl asked.

“Loyal”, a woman replied.

— Anonymous

Sore ini ketika tengah asyik scroll-scroll timeline, saya menemukan tulisan apik yang berjudul “Perempuan, Jagonya Insecure”. Setelah membaca artikel tersebut sampai habis, saya merasa sangat setuju dengan poin-poin yang disampaikan penulis.

Perempuan dan rasa insecure, adalah dua hal yang sulit untuk dipisahkan. Sekuat-kuatnya, seelok-eloknya, semapan-mapannya seorang perempuan, pastilah pernah didera rasa insecure dan pertanyaan, “Am I good enough?”

Perempuan adalah makhluk perasa. Sedikit-sedikit main perasaan. Bahkan saya—yang katanya rangorang lebih sering main logika dibanding perasaan, pernah merasa insecure karena sesuatu yang sebenarnya sangatlah sepele.

Insecurity, menurut saya tidak ada hubungannya dengan kelebihan seseorang, yang biasanya berbanding lurus dengan rasa percaya diri. Semakin high qualified, biasanya semakin confident dan less insecure. Biasanya.

Saya kenal seseorang yang dikaruniai kelebihan dari tampilan fisiknya. Sudah cantik, populer pula. Namun teman saya ini sangatlah insecure terhadap sosok wanita lain yang dikhawatirkan akan merusak kehidupan rumah tangganya.

Sebisa mungkin, ia berusaha agar sang suami jangan sampai bertemu dengan wanita lain selain dirinya. Dan seringkali ia merasa iri sekaligus insecure terhadap wanita lain yang menurutnya jauh lebih cantik dibanding dirinya.

Ada pula kenalan saya yang insecure berat sama mantannya sang suami. Tiap dengar sesuatu yang berhubungan dengan sang mantan, langsung curiga. Nah, kalau yang ini suaminya memang tipe player. Jadi yaa wajar aja kalau teman saya itu cemburu.

Perempuan, nggak ada sebab musababnya aja bisa cemburu, apalagi ada pemantiknya. Niscaya makin berkobarlah si jago merah 😅

Sebagi seorang istri, saya sendiri beranggapan bahwa rasa cemburu (selama beralasan dan dalam batas kewajaran), adalah bumbu dalam rumah tangga. Cemburu adalah tanda cinta, jika api cemburu telah padam, maka telah padam pula rasa cinta.

Selain itu, cemburu adalah hak kita sebagai pasangan. Istri cemburu terhadap suaminya, suami cemburu terhadap istrinya, wajar dan sangat normal.

Suami dan istrinya sendiri kan? Bukan cemburu with people we can’t have alias milik orang lain? Oooopsss 🤭

Saya percaya bahwa sebagai perempuan, kita wajib untuk menghargai dan mencintai diri sendiri. How you love yourself is how you teach others to love you.

Sebagai perempuan, kita juga wajib berdaya, menguasai paling tidak satu macam keahlian, memiliki rasa percaya diri dan self awareness yang baik. Menyadari kelebihan dan kekurangan diri sendiri, lalu berdamai dengannya.

Dan salah satu tanda relationship yang baik adalah penghargaan terhadap keberadaan masing-masing pasangan. Rasa syukur atas kehadiran pasangan dalam hidupnya. Your spouse should be your best life companion ever.

Pernikahan yang sehat adalah pernikahan yang bebas dari rasa cemburu tak wajar dan ketakutan berlebihan. Dikit-dikit takut, dikit-dikit khawatir. Takut pasangan berbuat ini itu. Takut pasangan berkhianat. Takut pasangan berpaling ke lain hati dan meninggalkan kita.

Dear You.. Inhale.. Exhale…

Live your life, happily. With no fear nor insecurity. Takdir kita telah tertulis 50.000 tahun sebelum kita diciptakan. So, do not worry too much.

Pasrahkan semua kepada Sang Pemilik Alam Semesta, Allah Azza wa Jalla. Pada akhirnya, jika Allah tidak menghendaki, pasti tidak akan terjadi. Demikian pula sebaliknya.

Perkara pasangan mau berbuat macam-macam di luar sana—selama kita nggak tahu—adalah urusannya dengan Allah. Not ours. Beda urusan kalau kita sudah tahu, ya.

Sesekali ngerasa khawatir dan insecure is okay, namanya juga manusia, apalagi perempuan. Tapi jangan sampai kekhawatiran itu merusak apa yang saat ini kita miliki. Hidup dalam bayang-bayang rasa takut itu menyiksa.

Pun jika qadarullah kekhawatiran itu terbukti—wal’iyadzubillaah, yakinlah bahwa ketetapan Allah pasti baik. Meski awalnya pedih, insya Allah akan datang pengganti yang jauh lebih baik dari apa yang telah hilang.

Segala puji bagi Allah yang telah melengkapi penciptaan makhlukNya dengan rasa lupa. Bayangkan jika tak ada rasa lupa. Selamanya kita akan menderita, terus mengingat luka yang pernah menganga.

Sejatinya, kita dan apa yang kita miliki saat ini, adalah milikNya. Pasangan, anak-anak, keluarga, tempat tinggal, kendaraan, dan hal-hal duniawi yang fana lainnya, they all belong to Allah. And to Him they will return.

Maka, mencintailah dengan sekadarnya, dengan sewajarnya. Mencintai dengan keyakinan bahwa yang kita cintai hanya manusia biasa, yang bisa khilaf, lalai dan, alpa. Dan meletakkan cinta tertinggi kita di tempat yang semestinya.

Sekuat apapun jemari kita menggenggam, jika Allah berkehendak untuk mengambilnya, kita hanya bisa pasrah dan ridha atas ketetapanNya.

Bersiaplah untuk hari di mana kita harus melepaskan mereka yang kita cintai. Suka atau tidak, siap atau tidak, kita harus tegar dan kuat. Barangsiapa yang berjumpa, maka harus bersiap diri untuk berpisah.

Percayalah, setelah badai dan hujan semalaman, akan datang matahari dengan sinarnya yang menghangatkan.

Jika pasangan yang kita cintai memilih untuk meninggalkan kita tanpa alasan yang benar, maka relakan dan ikhlaskanlah. Bersabarlah atas ketentuanNya. Anggap kenyataan pahit itu sebagai ujian naik tingkat.

Dan jika qadarullah perpisahan itu disebabkan oleh hadirnya orang ketiga.. Meski terasa sakit, sangat sakit, yakinlah insya Allah suatu saat bekas luka itu akan pulih kembali. What doesn’t kill you makes you wiser, stronger, smarter.

Don’t be sad.. You don’t lose a good man. You lose a man who’s not good for you. And yes, you deserve someone better.

~ Jakarta, November 2019.. no matter how hard it will be, just never, ever you doubt your worth again ❤ :’)

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.