Keep Calm and Stay at Home

Waktu kecil dulu, kalau nggak salah inget usia SD gitu.. Saya pernah ditanya sama teman sekelas,

“Meut, kamu kok betah banget sih di rumah nggak pernah kemana-mana?”

Jujur pas ditanya gitu saya bingung juga jawabnya.

“Nggak tau, pokoknya ya enak aja di rumah. Kalau ditanya kenapa nggak tau juga ya..”

Saat itu saya pikir nanti kalau udah remaja atau masuk SMP bakal lebih senang keluar rumah, main sama teman-teman. Secara lokasi SMP saya jauh dari rumah, jaraknya sekitar 7 km dan harus naik angkot 2 kali.

Ternyata setelah masuk SMP dan capek tiap hari keluar rumah.. Dulu Sabtu belum libur dan Ahad ada ekskul wajib Pramuka.. Saya makin mualess kalau weekend harus keluar rumah.

Kadang-kadang aja main ke rumah teman. Itu juga teman dekat alias sahabat. JJS ke mall jarang banget. Biasanya ke mall juga ke toko bukunya. Bukan sengaja ngeceng atau tanpa tujuan. Anak 90-an pasti tahu nih arti kata “ngeceng” 😜

Dan… Gitu aja terus sampai SMA dan akhirnya kerja. Kerjanya di rumah juga ternyata, haha. Alhamdulillah, bersyukur sekali saya nggak harus kerja kantoran atau stay di lapangan.

Sampai sekarang jadi ibu rumah tangga pun, tetap nggak biasa keluar kalau nggak penting banget. Apalagi keluyuran nggak jelas. Duh, males buanget rasanya.

Abis jadi macan ternak alias jadi kang ojek buat anak-anak, ya udah langsung balik. Nggak suka nongkrong, mampir, atau main dulu di mana gitu. Sayang waktunya, atuh.

Jadi quarantine days di era lockdown ini ya hampir nggak begitu terasa buat saya. Ya karena memang tiap hari di rumah aja. Nggak kemana-mana. Wesbyasak.

Keluar ya ketika ada kajian, belanja bulanan, makan di luar, sesekali ngajak anak jalan-jalan ke mall atau taman bermain, berkunjung ke rumah saudara atau teman, dll. Selebihnya ya ning umah bae 🤭

Mungkin karena ibu saya dulu juga tipe ibu-ibu rumahan yang jarang keluar rumah jika memang tidak perlu. Pulang belanja di warung, ketemu tetangga di jalan ya ngobrol, habis itu masuk rumah lagi.

Di dalam rumah ngapain aja? Beberes, masak, istirahat, baca buku, nonton TV, ngajarin anak-anak belajar. Sengaja nongkrong atau main ke rumah tetangga tiap hari buat cari hiburan? My mom would never.

Dari situ saya mengamati dan meniru perilaku beliau yang selalu betah di rumah. Secara tidak langsung beliau menunjukkan, bahwa di rumah banyak hal bermanfaat yang bisa dikerjakan. Jadi nggak gabut cuma bengong doang kayak ayam tetangga.

Dan kadang adaaa aja tetangga iseng yang kepo, ngapain aja sih di dalem rumah nggak pernah keluar? Kalau disebutin satu-satu sehari juga nggak bakalan kelar soalnya banyak banget to do listnya. Ahahaha.

Malah saya yang gantian heran.. Kenapa ya kok rangorang pada nggak betah di rumah? Emang di rumah mereka ada apanya, kok nggak betah gitu seharian di rumah aja? 🤔

Rasa betah tinggal di rumah itu makin kuat ketika saya tahu bahwa dalam Islam sendiri wanita diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah.

“The best hijab for women is within the walls of their homes..”

Dan setelah menjadi seorang ibu, saya makin sadar bahwa medan juang sekaligus surga kecil saya adalah di rumah. Banyak sekali hal yang harus diselesaikan, sampai rasanya 24 jam sehari tidaklah cukup.

Bosan? Pastilah pernah, namanya juga manusia. Tapi sebosan apapun, saya selalu berhasil memperbaiki mood dengan melakukan hal-hal yang saya sukai, biidznillaah. And still, stay indoors.

Sesekali keluar mencari udara segar. Jalan-jalan, belanja ke pasar atau supermarket, ngajak anak-anak main ke taman, main ke rumah teman atau menginap di rumah saudara.. Tapi setelah itu ya balik ke habitat asal, rumah.

Entah kenapa tiap kali keluar, nggak lama pasti kangen rumah. Itu pasti. Liburan keluar kota baru dapat dua hari, udah homesick. Kangen gegoleran di kamar, ngemil sambil dasteran, melakukan apa yang disukai, di rumah sendiri.

What a fredooommm….

My home is my happy nest, tempat ternyaman untuk melakukan semua kegiatan dan hobi yang saya sukai. Entah ada hubungannya atau tidak dengan tipe kepribadian saya yang dominan introvert (not shy, really), saya sangat menikmati kebersamaan, keriuhan, bahkan kesunyian dan kesendirian saat berada di dalam rumah.

Rasanya begitu damai dan tenang. Terlebih ketika hujan turun, sambil menikmati secangkir kopi atau coklat panas. Just doing nothing but that really feels like heaven to me, masya Allah. A kind of tranquility I will always treasure.

Semoga kelak anak-anak perempuan saya dapat meniru kebiasaan baik yang selama ini saya lakukan (yang buruk jangan ditiru yaaa). Salah satunya dengan merasa betah dan nyaman tetap tinggal di rumah mereka masing-masing.

Percayalah ladies, tidaklah Allah memerintahkan sesuatu melainkan untuk kemaslahatan hambaNya. Di rumah kita lebih terjaga dari fitnah dan bahaya yang mengintai ketika kita melangkahkan kaki keluar rumah.

Home, is (or should be) our little piece of heaven ❣

~ Jakarta, November 2020.. there is nothing like staying at home for real comfort..

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.