Retjeh

Beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan seorang kawan lama, bernostalgia mengenang kelakuan-kelakuan ajaib kami di zaman baheula. Di akhir pembicaraan, teman saya tertawa sambil nyeletuk,

“Elo tuh nggak berubah sama sekali ya Meut, apalagi gokilnya. Malah makin receh aja lo sekarang. Hahaha.”

Spontan saya ngakak. Harus diakui memang saya ini orangnya receh banget. Mereka yang kenal saya di dunia nyata (dan maya) pasti banyak yang setuju dengan statement ini.

Apalagi yang berteman dengan saya di Facebook, pasti hapal betul kebiasaan saya sering sharing hal-hal yang receh abiss. Bahkan saya sengaja bikin satu album khusus yang isinya meme semua 😂

Sampai ada satu teman yang berkomentar gini:

“Aku kalo liat nama Mbak Tia muncul di feeds mesti udah siap-siap ngakak. Soalnya postingannya mesti lucu-lucu..”

Ahahahaha. Should I take that as a compliment? Lol.

I was born this way. Yes, gokil alias suka banget bercanda. Tentu bercandanya tau sikon, ya. Ada saatnya serius, ada saatnya bercanda. Liat-liat juga siapa lawan bicaranya. Karena nggak semua orang suka diajak bercanda.

At particular times, I can be extremely deep and melancholic. Bahkan banyak reader blog ini dan Tumblr yang bilang bahwa saya tipikal orang yang melankolis abis. Hmm, bener juga sih.

Selain melankolis, saya juga sanguinis sejati, yang juga seorang koleris. Kecuali plegmatis ya, karena memang bukan saya banget. Hehe.

But as I grew older, I tend to become more relax with life. I try to be more selective about which people I choose to let in. I get more picky with energy I choose to consume, here inside my head.

In other words, I became more cool and laid back alias lebih santai dalam menjalani hidup. Less expecting, more enjoying every little thing, every minute of it. I choose to simplify my hopes and dreams without letting it go.

And I grew more quiet and introverted. Saya yang dulunya sering bersikap reaktif dan menggebu-gebu, kini berusaha lebih calm down dan berhati-hati dalam merespon sesuatu. Not every action deserves a reaction.

Dulu, ketika seseorang mendebat dan berusaha menyerang opini saya, dapat dipastikan saya akan mati-matian membela apa yang saya yakini benar.

Sekarang? Mau beda pendapat ya monggo.. To each their own, every person is entitled to their own preferences. Just agree to disagree, being respectful, and move on.

Maybe it’s true that time changes almost everything. Each pain, heartbreak, and experience taught us many lessons, to see the world through a brand new—and perhaps, a better perspective.

I try to eliminate things and people which drain my energy. I become more picky in joining any circles or relationship. I choose to let loose, sit back, and watch every scene from the corner.

“Not everything deserves your reaction, spend your time wisely and don’t let people, things, and events drain your energy.”

That’s why saat ini saya nggak mau diribetin sama hal-hal yang nggak penting dan sama sekali bukan urusan saya. Dulu tiap ada drama dan ketubiran di dunia nyata atau maya, saya pasti kepo, pengen tahu gimana endingnya.

Now? Nah, I prefer to chill up. Picking carefully which conversations or fights I would like to join, or even, drop some lines in the comment section. I preserve my time and energy for something more useful.

Saya yang dari dulunya emang udah receh, makin bertambah deh level kerecehannya. Hidup udah berat shayy.. Nggak usahlah dibikin capek mikir atau ngurusin hal-hal yang berada di luar kendali kita.

“Birds of a feather flock together”, they said. Kita cenderung berkumpul dengan mereka yang memiliki banyak kesamaan dengan kita. Kita ngerasa klik sama mereka yang satu visi dengan kita dalam banyak hal.

Termasuk dalam hal-hal receh ini. Teman-teman dekat saya ya mereka yang sefrekuensi dengan saya. People with good sense of humor is like sunshine in a cloudy day. They are always there to lighten up your mood.

Bahkan saya join di grup Whatsapp yang membernya cuma tiga orang (termasuk saya), yang sering berbagi suka duka termasuk kerecehan, baik yang berfaedah maupun unfaedah 😂

Life is short. So make it a good one. Capek nggak sih tegang urat syaraf terus ngejar hal-hal yang malah bikin hidup kita nggak enjoy? Atau terus-terusan berdebat untuk hal-hal yang sulit untuk dikompromikan?

Alih-alih merasa bahagia, malah tertekan dan stress. Syukur-syukur nggak sampai kehilangan kewarasan dan depresi.

Apalagi di dunia maya, ada aja hal-hal (nggak penting) yang bisa bikin ribut. Selalu ada pro dan kontra. Terkhusus di Twitterland, yang tiap hari ada aja bahan ketubiran yang bisa kita ketawain dan jadi bahan meme.

Saya? Buka Twitter cuma buat cari info dan hiburan. Paling males ikut Twitwar. Not worth my time dan energy banget nanggapin orang yang kita kenal secara personal aja enggak. Selain itu, lha wong akun saya aja digembok, gimana bisa ikut ribut? Hahaha.

Yes, Twitter adalah surga hiburan buat kaum receh. Kalau kamu lagi bete dan butuh asupan hiburan untuk sejenak lepas dari kerumitan hidup, just try to go there. Patut diacungi jempol deh kreativitas warganya. Bisa aja gitu belokin topik ke hal-hal yang bahkan saya aja nggak pernah kepikiran. Wkwkwk.

Bagi saya sosmed itu haruslah bikin kita rileks sejenak, lepas dari rutinitas keseharian yang kadang bikin mumet. Udahlah kita mengcapek di dunia nyata, eh buka sosmed malah bikin puyeng dan jadi pengen makan orang. Hadehhh.

But balik lagi ke personal masing-masing, ada yang emang receh macem saya gini. Ada juga yang emang bawaannya serius. Kaku sangat, nggak bisa lemes dikit gitu. Ngutip kata-kata legend Mas Joker, “Why so seriousss?”

Well it’s okay, everyone has their own way to release tension and cope with stress. Yang penting nggak merugikan orang lain dan melanggar aturan, terlebih aturan agama. Apalagi candaan mengolok-olok agama bertameng dark jokes. Very unclassy.

In the end, jadi inget satu kutipan yang bikin saya senyum-senyum sendiri,

“Bersyukurlah jadi orang receh. Artinya kamu termasuk orang yang mudah untuk dibahagiakan hanya dengan hal-hal yang sederhana..”

~ Jakarta, rainy December 2021.. Carpe diem, just seize what you have today 🙂

© AISYAFRA.WORDPRESS.COM

[ image source: Pinterest ]

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.