Life After the Wedding Day

“When nikah becomes expensive, zina becomes cheap, so keep weddings as simple and affordable as possible.” ~ Dr. Bilal Philips

A long time ago, I knew this old friend of mine. Saat kami pertama kali berkenalan, teman saya itu, sebut saja namanya A, masih single. Tak lama kemudian ia menikah. Saya pun mulai mengikuti episode hidupnya yang baru, walau hanya melalui jendela sosial media. Dari mulai prosesi persiapan pernikahan, her big day, sampai honeymoon.

Teman saya itu menikah dengan laki-laki yang sangat berkecukupan dalam masalah materi. Pesta pernikahannya terhitung megah. Makanan berlimpah, dekorasi mewah, souvenir mahal, gaun yang menawan. Banyak mengundang decak kagum para tamu. Tak lama, mereka honeymoon ke salah satu tempat yang cukup romantis dan terkenal. Yang pastinya, memakan biaya yang tidak bisa dibilang sedikit.

Continue reading

Advertisements

Struggle

Bagi sebagian orang yang hobi cekrek-cekrek upload, ninggalin “jama’ah selfieyah” mesti berasa perjuangan banget. Buka pintu mobil, cekrek. Masuk mobil, cekrek. Di belakang setir, cekrek. Di jalan tol, cekrek. Sampai tujuan, cekrek.

Pose, cekrek, upload is an important part of their life. Ibarat kita udah biasa melakukan sesuatu secara kontinyu and enjoy every detail of it, tiba-tiba disuruh berhenti total. Untuk meninggalkan, pasti berat (pada awalnya). Namun dengan tekad dan usaha yang kuat, insya Allah akan dimudahkan.

Continue reading

I Am Blessed….

be-ur-own-sunshine

Dulu zaman baru punya sosmed, saya sering dibikin baper liat postingan ibu-ibu lain yang keliatan ketjeh, wokeh dan supermom banget. Pinter masak, baking, nyetir, sukses dalam banyak hal, apa aja serba bisa. Kewl abis!

Lalu terbitlah perasaan,

“Kok saya payah banget ya? Coba saya seperti dia yang pinter ini dan itu. Mungkin hidup saya akan lebih bahagia..”

Continue reading

Cantikmu, Hanya Untuk Suamimu

Untuk para suami yang istrinya sudah berhijab bahkan berniqab, simpan foto istri Anda untuk Anda seorang. Jangan dipamerkan ke mana-mana, terlebih ke sosial media. Apalagi diajak berpose mesra, selfie bareng, plus dibubuhi caption tausiyah.

Logikanya, sudah ditutup rapat, mengapa kemudian dipamerkan kembali? Honestly, I don’t get it.

Continue reading