Thank You, My Friends…

Bersyukurlah ketika punya teman yang nggak hobi selfie dan wefie. Makan di mana, pose, jepret, upload. Jalan ke mana, pose, jepret, upload. Lagi ngapain, pose, jepret, upload. Sedang apa, di mana, sama siapa.. seluruh dunia harus tahu.

Bersyukurlah memiliki teman yang lebih memilih untuk live and enjoy the moment daripada yang sibuk show off sana sini. Mereka sangat menikmati dan menghargai kebersamaan daripada sibuk ngatur angle, ribet berpose, rempong betulin khimar dan make up yang mencang mencong supaya looks good on camera.

Continue reading

Dear Heart, Istiqamahlah!

Fitnah sosial media dewasa ini sangat nyata dahsyatnya, subhanallah. Syubhat-syubhat mulai menggerogoti aqidah yang lurus, sedikit demi sedikit. Tanpa sadar, sudah termakan banyak syubhat dan turut menyebarkannya, karena jerat tipu daya yang begitu halusss.

Yang tadinya teguh di atas aqidah dan manhaj salafushshalih, mulai goyah. Yang tadinya tegas dan kokoh di atas kebenaran mulai mengendur. Batas antara aqidah yang shahih dan manhaj yang lurus mulai samar, blur dan tidak jelas.

Continue reading

Kejujuran, Amanah Ilmiah dan Plagiarisme

“What makes you vulnerable makes you beautiful. There’s a word for it… Authentic.” ~ Tim Brown

Sebagai seorang blogger, saya berlindung dari kejahatan plagiarisme, baik sebagai pelaku, maupun sebagai korban.

Meski hanya penulis amatir di blog gratisan, saya pernah merasakan menjadi korban plagiarisme. Bukan hanya satu dua kali, tapi sangat sering. Bukan hanya satu dua tulisan yang dicuri, tapi banyak.

Continue reading

Want Some Respect? Try Respecting Yourself First

Dear Ukhti…

Jualan itu bukan cuma soal laris atau mengejar omzet sekian dan sekian.. Bukan cuma soal terkenal, maju dan melesat jauh di depan. Ada hal lain yang perlu diperhatikan, misalnya, soal kehalalan dan keberkahannya.

Islam telah paripurna mengatur semua sendi dalam kehidupan kita, termasuk soal berdagang. Cara kita memasarkan produk, etika dan adab dalam berjual beli, sampai perintah untuk memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli.

Continue reading

Just Strangers with Memories

Saya kenal seseorang yang tadinya lurus pemahamannya. Baru berhijrah. Nggak suka selfie. Tertutup dan pemalu. Lempeng dot com lah.

Lalu mulai banyak temenan sama yang suka selfie. Kemana-mana jalan bareng, playdate bareng, traveling bareng, foto bareng, makan bareng.

Lalu ia mulai menjauh, dan berubah. Ia mulai berani menampilkan foto dirinya di sosial media. Persis seperti teman-temannya.

Continue reading