Futur: Musibah Terbesar Para Penuntut Ilmu

lonely-bike

“Seorang penuntut ilmu tidak boleh terburu-buru dalam meraih ilmu syar’i. Menuntut ilmu syar’i tidak bisa kilat atau dikursuskan dalam waktu singkat. Harus diingat, bahwa perjalanan dalam menuntut ilmu adalah panjang dan lama, oleh karena itu wajib sabar dan selalu memohon pertolongan kepada Allah agar tetap istiqamah dalam kebenaran.”

(Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu” via almanhaj.or.id)

Pernahkah kita merasa sangat malas untuk beramal shalih? Merasa dunia adalah prioritas utama. Merasa bahwa ibadah cukup hanya yang wajib-wajib saja. Merasa bahwa hati mulai mengeras dan sulit untuk menerima nasehat..

Mungkin itulah yang disebut dengan futur. Sesuatu yang seringkali menghampiri para penuntut ilmu ketika mulai jauh dari majelis-majelis ilmu.

Read More »

Advertisement

Say No to Futur After Married

love-leaf

Hari ini saya terhenyak mendengar cerita seorang kawan, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap saudara kandungnya, kakak yang dicintainya.

Sang kakak, seorang akhwat yang tekun mengaji,  rapat berhijab syar’i, rajin menghadiri majlis-majlis ilmu dan mengenal manhaj salaf. Tapi itu dulu, ketika ia belum menikah dan tersibukkan dengan anak dan suami.

Kini, sang kakak yang justru mengajaknya untuk giat tholabul ‘ilmi dengan pemahaman salaf yang lurus itu.. telah jauh berbeda. Yang dahulunya masih datang ta’lim, kini tidak sama sekali. Mulai terpengaruh lingkungan sekitarnya, yang lelaki -ada dua orang kakaknya- mulai merokok dan celananya pun isbal.

Sedang kakak perempuannya kini menyewakan playstation di rumahnya, bahkan memasukkan anak perempuannya ke sekolah modelling. Ketika si anak ditanya oleh tantenya -kawan saya tadi- ingin jadi apa ketika besar nanti, dengan bangganya ia menjawab,

“Pengen jadi artis!”

Deg..

Sejenak saya tak dapat berkata-kata.

Setelah menguasai perasaan yang tak menentu itu, saya beranikan menghibur perasaan kawan saya -yang saya yakin hatinya jauh lebih hancur dibanding saya.

“Yang sabar ya mbak..mudah-mudahan Allah tetapkan kita untuk istiqomah. Sungguh mempertahankan hidayah lebih sulit ketimbang mendapatkannya…”

Saya coba menguatkannya…

Read More »