Sosial Media dan Fenomena Kekinian

Menahan diri untuk tidak eksis di sosial media saat ini sungguh terasa beratnya. Bagaimana tidak? Tiap membuka sosial media, fitnah ada di mana-mana. Setelah disibukkan oleh fenomena kekinian A, muncul fenomena B, C dan seterusnya. Tak habis-habis.

Di dunia maya…

Continue reading

Real Happiness is…

Orang yang hidupnya bahagia sungguhan, tidak perlu repot-repot menunjukkan ke seluruh dunia bahwa ia bahagia. Tak perlu susah-susah pencitraan dan mengarang indah agar hidupnya dibilang wah, keren, enviable, life goals, dsb.

Orang yang benar-benar bahagia, tidak haus pengakuan orang lain bahwa ia bahagia. Cukup ia dan orang-orang di sekelilingnya yang tahu. Penilaian orang lain, sama sekali bukan urusannya.

Continue reading

Bukan Generasi “Anak Mall”

kokas

Meski lahir, besar dan gaul di Jakarta, jujur aja saya ini jarang banget ke mall. Kalau bisa dihitung, nggak sampai 10 mall Jakarta yang pernah saya jelajahi.

Kalau ke mall, pasti ada tujuannya. Ada yang butuh atau ingin dibeli. Mau beli hape misalnya. Pilihan jatuh pada mall terlengkap dan terdekat dari rumah. Nggak pernah menyengaja berkunjung ke mall yang jauh meski terbilang heitsss dan kekinian.

Continue reading

Quality Over Quantity

friends

Di saat orang lain berlomba-lomba mencari teman dan follower di sosial media, saya malah cenderung tidak mau banyak-banyak teman dan difollow atau di-add as friend sama orang.

Saya jarang sekali follow atau add someone as friend, di sosmed manapun. Kecuali saya benar-benar tertarik dan ingin berteman dengannya, atau untuk tujuan khusus seperti kasus plagiator kemarin.

Continue reading

Love Your Own Writing Style!

beauty-begins-2

Pagi ini iseng buka-buka Tumblr archives. Scroll-scroll.. Sampailah di timeline tahun 2013. Banyak tulisan dan postingan bagus yang sayang banget kalo nggak dishare ulang. Jadilah pagi ini saya flooding timeline FB teman-teman dengan repost postingan lama.

Boleh dibilang Tumblr ini bagi saya adalah sosmed yang “gue banget”. Ketika membukanya, saya bagaikan masuk ke dalam dunia lain. A wonderland. Saya merasa menemukan tempat yang begitu memahami isi hati dan segala ide-ide yang hinggap di kepala.

Continue reading