Sosial Media dan Fenomena Kekinian

Menahan diri untuk tidak eksis di sosial media saat ini sungguh terasa beratnya. Bagaimana tidak? Tiap membuka sosial media, fitnah ada di mana-mana. Setelah disibukkan oleh fenomena kekinian A, muncul fenomena B, C dan seterusnya. Tak habis-habis.

Di dunia maya…

Continue reading

Advertisements

Iman, Nasehat, dan Pertemanan Sejati

Sedihnya jika teman-teman yang baik mulai menjauh karena hati kita yang terlampau keras untuk menerima nasehat. Satu persatu teman yang mengingatkan, bahkan yang mengingatkan dengan cara yang amat santun, mulai dijauhi, karena diri ini merasa gerah dan tidak suka ketika diingatkan.

Continue reading

Tabayyun

coffee2

  • A: Eh, kamu udah tau belum, katanya kan si Fulan begini dan begitu?
  • B: Enggak, kamu tau dari mana?
  • A: Dari si C. Malah katanya si Fulan ini bla-bla-bla.. Parah banget kan?
  • B: Kamu udah tabayyun langsung sama si Fulan?
  • A: Belum. Nggak usah lah. Masa sih si C bohong..
  • B: Lho kenapa? Bukannya kamu sama si Fulan deket ya? Apa nggak sebaiknya tanya langsung ke dia?
  • A: Males ah, nanti malah ribut. Ini antara kita-kita aja kok.
  • B: Loh kamu males tabayyun, tapi malah rajin nyebarin berita yang belum jelas kebenarannya. Gagal paham deh aku. Lagipula itu kan temanmu sendiri, kok kamu tega sih?
  • A: Aku kan cuma ngasihtau, mau percaya sukur, gak percaya ya udah. Gitu aja kok repot!
  • B: What the….???

In my opinion…

Ketika saya mendengar sesuatu yang menurut saya janggal, aneh, shocking, nggak beres, dll.. Langkah pertama yang saya lakukan adalah tabayyun langsung ke yang bersangkutan. Paling anti cuma berani kasak kusuk di belakang. Nggak banget deh.

Continue reading

Sindrom “Malas Ngaji” Setelah Menikah

glasss

Seringkali mendapati fenomena ikhwan dan akhwat yang sebelum menikah tadinya rajin ta’lim dan aktif di kajian, mulai jarang terlihat di majelis-majelis ilmu. Sibuk dengan dunia barunya, dengan keluarganya, dengan anak-anaknya.

Di akhir pekan atau hari libur, lebih banyak plesir ke mall atau tempat-tempat wisata dibanding meramaikan majelis-majelis ilmu. Sekalinya hadir pun hanya di kajian tematik yang waktunya pun tidak tentu berapa bulan sekali. Sedang kajian rutin sudah lama ditinggalkan.

Continue reading