After 10 Years…

Dulu…

Pernah ada teman di sosmed yang tanya sejak kapan saya bercadar. Seingat saya, mulai belajar pakai itu sejak baru punya anak satu. Pelan-pelan, ke kajian coba-coba pakai. Masih buka tutup, sambil nyicil bikin cadar dari kain perca sisa jilbab.

Setelah mengantongi restu dari keluarga, termasuk dari mamah rahimahullaah.. Bismillah, saya coba istiqamah pakai. Suami? Alhamdulillah justru beliaulah yang mendorong saya untuk menutup wajah dengan cadar.

Read More »

Advertisement

Time Has Tell…

Time has tell.. Yang namanya sesuatu, pada akhirnya bisa karena telah terbiasa. Yang tadinya A bisa jadi B karena terbiasa. Yang tadinya benci bisa berubah jadi cinta karena terbiasa.

Ada seorang teman yang tadinya strict banget soal aktivitas mempublish foto diri, pokoknya anti selfie selfie club gitu deh. Nggak pernah saya lihat fotonya bertebaran di dunia maya. Exclusively hidden, like a pearl.

Read More »

My Niqab, My Pride, My Dignity

“You call me radical, extremist, terrorist, fundamentalist, but Allah names me as a Muslim, and that is enough for me.” -Anonymous

Bagi saya.. Bercadar itu nggak butuh pengakuan. Nggak butuh harus disenyumin semua orang. Nggak butuh harus diterima oleh semua kalangan. Nggak butuh harus dipandang baik dan jauh dari kesan membahayakan.

Dari awal bercadar delapan tahun yang lalu, berbagai reaksi terhadap kehadiran sepotong kain bernama cadar ini sudah sering saya alami. Dari mulai dilihatin bagai alien lewat di jalan, dipandang dengan tatapan sinis, bahkan sampai dikatain ninja..

Read More »

Niqab dan Rasa Malu

Dear sisters.. There are many things to be considered before you decide to wear niqab. Pakai niqab atau cadar itu nggak cuma asal pakai. Nggak cuma asal tutup. Ada ilmunya, ada ketentuan syar’iat yang mengatur tatacaranya.

Pakai cadar jangan sampai karena ikut-ikutan, karena lagi trend, atau supaya bikin orang makin penasaran aja dengan sosok di baliknya. Bukan juga alasan bagi kita untuk lebih sering menampilkan diri.

Read More »