Perjalanan Berhikmah

image

Pekan kemarin, sesaat setelah kereta jurusan Jakarta-Cirebon mulai bergerak meninggalkan stasiun, ada pemandangan yang lain dari biasanya. Ketika kebanyakan penumpang (termasuk saya) mulai mengeluarkan cemilan, buku bacaan dan gadget masing-masing.. Ada seorang pemuda yang duduk berhadapan di seberang kursi kami, mengeluarkan sebuah buku yang sekilas seperti Qur’an terjemah.. Lalu membacanya perlahan dengan khusyuk.

Read More »

Advertisement

Be An Entrepreneur :)

dreamsss

Who Wants To Be An Entrepreneur?

Beberapa waktu lalu, seorang kawan di Facebook bertanya lewat status, ” Jika ada modal fresh 200 juta kamu mau bisnis apa?.. “.

Sayapun tergelitik untuk memberi sedikit komentar, ” Sesuai dengan passion, buka butik busana muslim syar’i 🙂 “

Ya, itu memang cita-cita saya. Working with passion, do what I love. Dan memiliki butik sendiri barangkali adalah impian setiap penjahit seperti saya. Siapa yang tidak ingin mewujudkan mimpinya? And my dream is about earning money, without being employed.

Sejak kecil, saya sudah belajar mencari uang sendiri lho, walau hanya kecil-kecilan.. Ketika SD, saya membantu ibu berjualan es di sekolah. Jadi Ibu membuatnya di rumah, kemudian saya pasarkan ke sekolah. Tentu saja selain membantu orang tua, saya juga mendapat keuntungan, bagi hasil lah istilahnya. Lumayan hitung-hitung menambah uang saku. Kalau tidak salah waktu itu harga es masih sangat murah, hanya lima puluh rupiah sebatang.

Read More »

Perjalanan. . .

 Dunia berjalan meninggalkan (manusia) sedangkan akhirat berjalan menjemput (manusia)

Dan masing-masing mempunyai penggemar

Karena itu jadilah engkau penggemar akhirat

dan jangan menjadi penggemar dunia.

Sesungguhnya masa ini (hidup di dunia)

Adalah masa beramal bukan masa pembalasan,

Read More »

Sehari Di Surabaya

Dua hari sebelum pulang ke Jakarta, saya sekeluarga diajak jalan-jalan Paklik ke Surabaya. Beliau memang berdomisili di Surabaya, tepatnya di komplek TNI AL Ujung Surabaya.

Sebenarnya kami tidak berniat ikut, mengingat dua hari lagi sudah harus bersiap-siap pulang. Namun Paklik agak sedikit ‘memaksa’, “supaya tahu rumah Paklik, jadi lain kali kalau ke Surabaya bisa mampir..” Akhirnya kami setuju walau waktunya agak mepet, padahal saya sudah bikin janji dengan Mbak Ren untuk berkeliling Pasar Blimbing nyari oleh-oleh..

Kali ini kami akan jalan-jalan ke Jembatan Suramadu yang terkenal itu. Jembatan yang menghubungkan dua pulau, Jawa dan Madura. Setelah melalui perjalanan yang lama karena macet (mulai ramai karena arus balik) dan panas (ya, Surabaya memang panas!) akhirnya kami sampai di Jembatan Suramadu sekitar jam 5 sore. Momennya pas banget, menjelang sunset. Matahari berwarna keemasan mulai terbenam sebatas mata memandang, di ujung lautan. Sayangnya, kami hanya bisa mengabadikan momen-momen indah itu dari dalam mobil saja. Mobilnya bergerak pula.. jadi hasilnya pun agak blur. Karena mobil tidak boleh berhenti sejenak di pinggir jembatan untuk mengambil gambar. Nanti bisa diusir oleh Pak Polisi yang bertugas menjaga kelancaran jalan tol 😀

FYI, Jembatan Suramadu merupakan jalan tol, bukan jembatan biasa. Motor pun bisa lewat, di jalur khusus tentunya. Untuk pertama kalinya dalam hidup ini *lebay* saya melihat motor antri karcis di gerbang tol, heuheuheuu. Enjoy the pics..

Read More »