Mesra di Dunia Maya, Mesra di Kehidupan Nyata?

“Hah, yang bener mereka pisah?? Bukannya di sosmed mesra abiss.. Ya ampun nggak nyangka bangett..”

“Si Fulanah bukannya baru nikah ya? Kok nggak pernah posting bareng sama suaminya, sih?”

“Dia masih sama istrinya yang itu kan? Kok sekarang nggak pernah lagi foto mesra berdua ya. Apa jangan-jangan…?”

Read More »

Advertisements

Suami Pelit

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku.” (HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbas. Dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no: 285).

Pernah dengar tentang suami pelit? Suami yang sangat perhitungan dalam segala hal, bahkan dalam hal nafkah untuk anak istrinya. P-e-l-i-t ya, bukan hemat. Karena bagi saya dua hal tersebut sangat jelas berbeda.

Ia bukannya miskin atau tak mampu. Ia mampu, sanggup, berada, tapi sengaja menahan hak orang lain (dalam hal ini anak dan istrinya) karena sifat pelitnya tersebut.

Read More »

Cantik, Putih, Langsing

“Cantik, putih, langsing.

Ntar udah nikah jg dibikin item karena kepanasan beli sayur antar anak sekolah, tangan kaki pecah2 kebanyakan nyuci, badan melar karena melahirkan, punggung bungkuk kebanyakan gendong. Rambut nipis gara2 mikirin uang belanja yang tipis..

Hahaha.

Udah gitu pengen poligami.”

Read More »

Maafkan Dia …

Dalam perjalanan kehidupan pernikahan, akan selalu muncul riak-riak berupa ujian. Terkadang riak tersebut berubah menjadi ombak besar yang mampu menghancurkan keharmonisan antara suami dan istri. Seperti yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini yaitu hadirnya orang ketiga (yang tidak halal) dalam perkawinan, istilah lainnya: perselingkuhan.

Pemicu timbulnya perselingkuhan memang bermacam-macam. Salah satunya mungkin faktor istri yang kurang dalam pelayanan dan baktinya kepada suami. Atau suami yang kurang mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya pada sang istri.

Read More »

Bekerja dan Harga Diri Laki-Laki

“Tidaklah engkau menafkahkan satu nafkah yang dengannya engkau mengharap wajah Allah subhanahu wa ta’ala, kecuali engkau akan diberi pahala dengannya, sampai satu suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR. Muslim)

Harga diri seorang laki-laki adalah bekerja. Bekerja apa saja, asalkan halal. Tak perlu bekerja tetap di kantor atau berpenghasilan tetap sekian dan sekian, asalkan tetap bekerja. Kewajiban manusia adalah berusaha sekuat apa yang ia bisa, soal hasil serahkan pada Allah Sang Pengatur Rezeki.

Read More »