Diskusi Yes, Debat No

“You don’t have to attend every argument you’re invited to”.

Satu kalimat yang menjadi pedoman saya dalam bersosial media. Di tengah riuhnya perdebatan di kolom komentar dan status, rasanya lebih aman untuk memilih berhati-hati sebelum nimbrung ke dalam suatu topik yang sedang hangat dibicarakan.

Saya paling tidak suka berdebat, dan sebisa mungkin menghindari perdebatan tanpa alasan yang kuat. Oleh karenanya, ketika terlibat dalam sebuah perbedaan pendapat, sekali dua kali ngasih argumen/hujjah dengan dalil shahih, bagi saya itu sudah lebih dari cukup.

Read More »

Advertisement

The Irony of Love & Heartbreak

Ironi adalah…

Ketika seorang istri dilarang membuka akun Facebooknya sendiri tanpa izin suami, keluar rumah dibatasi hanya boleh dalam radius beberapa meter saja, selebihnya dilarang jika tidak ditemani suami..

Namun sang suami malah asyik bercanda ria dengan teman-teman wanita di akun Facebooknya tanpa udzur syar’i, berkirim emoticon dan berhaha hihi tanpa rasa malu. Jauh dari figur suami yang menjaga diri dan hijab dari lawan jenis.

Read More »

Ustadz Dunia Maya

glasses

Gelar ‘ustadz’ atau ‘ustadzah’ itu sangat berat tanggung jawabnya. Terlebih jika ilmu yang dimiliki masih sangat jauh dari mumpuni. Demikian juga dengan pengamalan dari ilmu yang telah diketahui.

Banyak yang menggelari seseorang dengan ‘ustadz’ atau ‘ustadzah’ hanya karena terkenal di dunia maya. Postingannya banyak di-like, dikomentari dan di-share. Tanpa tahu mereka mengambil ilmu dari mana, belajar dengan siapa, kitab-kitab apa yang menjadi rujukannya.

Read More »

The Best Reply

silence

Orang yang bijak, tahu kapan harus melontarkan kata dan kapan harus menahannya. Ketika sedang berkonflik di dunia maya, berikan klarifikasi seperlunya. Don’t raise your voice, but improve your argument.

Jika masih berlanjut dalam debat berkepanjangan, ahsan hiatus atau puasa socmed aja dulu. Tenangkan diri, tata suasana hati agar lebih nyaman. Baru setelahnya terjun ke sosmed lagi. Jangan memaksakan untuk larut lagi sebelum mood terkendali dengan baik.

Always rethink before posting. Berusaha sebaik mungkin menahan jari kita dari mengeluarkan kata-kata yang boleh jadi nanti akan disesali di kemudian hari. Jangan terbalik, posting dulu baru dipikir kemudian.

Staying quiet doesn’t mean you have nothing to say. Often the most powerful statement is your dignified silence.

Read More »

Artis Dunia Maya

camera

“Know that if people are impressed with you, in reality they are impressed with the beauty of Allah’s covering of your sins”. ~Ibn al-Jawzi

Nowadays…

Banyak orang tertipu dengan profil seseorang di dunia maya. Banyak likers, banyak comments, banyak teman, banyak follower, bagi sebagian orang, seakan menjadi indikator keshalihan sebuah akun.

Populer di dunia maya, banyak diikuti, banyak disukai, banyak dipuji, banyak dicopas dan dishare postingannya, banyak dibicarakan di sana-sini…

Seakan dengan semua itu sudah layak mengantongi atribut sebagai “artis dunia maya”, yang tetiba menjadi idola dadakan padahal bukan tahu bulat.

Read More »