Sosial Media dan Fenomena Kekinian

Menahan diri untuk tidak eksis di sosial media saat ini sungguh terasa beratnya. Bagaimana tidak? Tiap membuka sosial media, fitnah ada di mana-mana. Setelah disibukkan oleh fenomena kekinian A, muncul fenomena B, C dan seterusnya. Tak habis-habis.

Di dunia maya…

Continue reading

Advertisements

Untukmu yang Baru Berhijrah…

blue-umbrella

Baru hijrah, baru ngaji, baru kenal sunnah itu seharusnya banyak belajar, banyak datang ke kajian-kajian ilmiah, banyak merevisi pola pikir dan pemahaman yang bercampur dengan syubhat.

Bukan disibukkan dengan banyak bicara, banyak tampil, banyak diidolakan dan dijadikan panutan. Apalagi sampai disibukkan dengan menceritakan pengalaman hijrahnya kesana sini, demi menginspirasi orang lain.

Continue reading

Istiqamah di Zaman Fitnah

bike after rain

Terkadang, merasa bersyukur sekali kenal sunnah ini di zaman belum banyak sosmed. Belum semudah ini terhubung ke internet.

Jadi lebih disibukkan dengan buku, diskusi mengenai aqidah dan menghadiri majelis-majelis ilmu. Bukan disibukkan dengan fitnah dan hal-hal yang tidak berguna.

Continue reading

Urgensi Manhaj Salaf di Zaman Fitnah

mulia-dengan-manhaj-salaf

“Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya! Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan! Dan tahanlah dirimu dari apa yang mereka menahan diri darinya. Ikutilah jalan Salafush Shalih karena akan mencukupimu apa saja yang telah mencukupi mereka.” (Imam Al Auza’i Rahimahullaah)

Sungguh benar bahwa fitnah akan menyingkap hakikat seseorang maupun kelompok. Beberapa yang seolah berjalan di atas manhaj yang lurus bahkan mendakwahkannya, ternyata melakukan banyak penyimpangan dalam hal aqidah dan manhaj, hingga tak beda dengan firqah lainnya.

Continue reading

Ustadz Dunia Maya

glasses

Gelar ‘ustadz’ atau ‘ustadzah’ itu sangat berat tanggung jawabnya. Terlebih jika ilmu yang dimiliki masih sangat jauh dari mumpuni. Demikian juga dengan pengamalan dari ilmu yang telah diketahui.

Banyak yang menggelari seseorang dengan ‘ustadz’ atau ‘ustadzah’ hanya karena terkenal di dunia maya. Postingannya banyak di-like, dikomentari dan di-share. Tanpa tahu mereka mengambil ilmu dari mana, belajar dengan siapa, kitab-kitab apa yang menjadi rujukannya.

Continue reading