Penyakit Hati itu Bernama Hasad

hati yang sakit..

Jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad …
Hidupnya tidak akan pernah tenang dan tentram, apalagi bahagia. Selalu dalam keadaan gundah gulana dan resah melihat orang lain lebih darinya.

Jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad …
Sekecil apapun kesalahan saudaranya, selalu terlihat besar di matanya. Sebesar apapun kebaikan saudaranya, selalu terlihat kecil dan tak berarti.

Jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad …
Sulit untuk berbuat baik pada saudaranya yang ia menaruh hasad terhadapnya. Senyumnya serba terpaksa, berjabat tanganpun hanya sekadar basa-basi belaka.

Jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad ..
Hatinya dipenuhi prasangka, tak pernah merasa cukup dengan kebaikan saudaranya. Selalu mencari-cari celah untuk menjatuhkan.

Jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad …
Terasa berat baginya untuk memberi udzur atas kekhilafan saudaranya.. Seakan tiada lagi kebaikan saudaranya yang tertinggal di hatinya. Seakan lupa akan kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuatnya di masa lalu..

Jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad …
Dunia adalah cita-cita tertingginya. Maka jika ada orang yang mengunggulinya dari urusan dunia, ia merasa gerah dan terusik. Sebaliknya, jika ada yang mengunggulinya dalam perkara akhirat, ia tenang-tenang saja.

Jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad …
Segala cara ia lakukan, agar bisa mengungguli atau minimal menyamai kelebihan yang dimiliki saudaranya. Bahkan jika ia tidak berhasil mendapatkannya, ia akan berusaha agar kenikmatan itu hilang dari saudaranya.

Jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad …
Jiwanya selalu sibuk dan lelah untuk berlomba dalam persaingan yang tak ada habisnya. Waktunya habis untuk hal-hal yang justru menjerumuskannya dalam kebinasaan.

Jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad ..
Tak pernah bersyukur dan ridha pada pembagian Allah. Tak pernah lapang hatinya pada apa yang Allah telah berikan kepada orang lain serta kepada dirinya sendiri.

Begitulah jika hati sudah dihinggapi penyakit hasad …
Maka kebahagiaan saudaranya adalah kesedihannya, kesedihan saudaranya adalah kebahagiaannya.

Padahal sempurnanya iman seseorang adalah ketika ia mencintai untuk saudaranya, segala sesuatu yang ia cintai untuk dirinya sendiri.

“Jauhilah oleh kalian hasad karena ia akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (Riwayat Abu Daud)

“Jasad tidak pernah kosong dari hasad, yang buruk adalah yang menampakkannya dan yang mulia adalah yang menyembunyikannya.” (Ibnu Taimiyah)

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim no. 2963)

Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat curang, saling membenci, saling menjauhi, dan janganlah kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR.  Muslim).

“Ya Rabb Kami, ampunilah kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.(QS. Al Hasyr : 10)

 

~ Jakarta, November 2013.. sebentuk pengingat diri, terinspirasi dari sebuah paragraf yang saya baca pagi ini ~

©aisyafra.wordpress.com

[ image source: Getty Images ]

2 thoughts on “Penyakit Hati itu Bernama Hasad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s