Mengukuhkan Kemesraan

Tampaknya kita para ibu bisa hidup tanpa banyak hal: tidur, olahraga, makan malam yang tenang, kedamaian, privasi di kamar mandi, maupun kemesraan.

Tapi tunggu dulu, coba pertimbangkan kembali untuk yang terakhir. Meski kita berpikir bisa hidup tanpa kemesraan, sebetulnya kita tidak bisa lepas dari yang satu ini.

Kemesraan itu seperti jeli untuk lensa kontak, yang mampu melembutkan saat-saat kering dalam kehidupan perkawinan dan membesarkan anak. Kemesraan juga menjaga keutuhan rumah tangga serta menghilangkan ego. Tanpanya, hidup ini hanya akan terasa sebagai rutinitas biasa.

Setelah kelahiran anak pertama, saya sadar kehidupan yang romantis akan memudar karena kesibukan mengurus si kecil. Tapi saya kira, selama suami dan saya bisa terus saling menyayangi, hubungan kami otomatis akan tetap mesra.

Ternyata, itu salah. Kita tidak bisa saling mencintai dan menjaga hubungan tanpa berbagi kemesraan. Dan tidak ada yang otomatis soal kemesraan setelah punya anak..😛

Itu tak berarti harus ada sekuntum mawar putih yang dipersembahkan saat makan malam. Kemesraan yang saya maksud lebih dari itu. Saat-saat tak terduga, seperti ketika saya memandangi pasangan tertidur di dekat si kecil yang tetap terjaga. Atau menikmati pemandangan di kamar mandi saat pasangan tengah asyik memandikan si kecil.

Cinta seperti itu memang cukup sulit untuk diungkapkan dan agak sentimental.

Seorang konselor perkawinan berkata,

“Anak adalah alasan nomor satu bagi para orang tua untuk menomorduakan perkawinan,” Ia juga menambahkan, “Padahal kalau punya anak, Anda harus mengutamakan perkawinan lebih dulu, karena memiliki hubungan yang baik adalah hadiah seumur hidup yang bisa Anda berikan kepada anak-anak.”

So, jangan ragu lagi untuk memberikan sedikit sentuhan kemesraan dalam kehidupan perkawinan kita.

Dari hal-hal yang sederhana saja, misalnya menemani pasangan membaca, menikmati minuman kesukaan dari cangkir yang sama, datang ke kajian kemudian muroja’ah berdua, meluangkan waktu untuk bicara mengenai suasana hati hari ini, saling berkirim email atau sms mesra di sela-sela kesibukan harian.

Makan malam romantis berdua walau hanya di rumah sendiri, bahkan mengajak pasangan ber-flashback-ria, mengenang kembali momen-momen istimewa di awal pernikahan.

Saya seringkali memberi pasangan kejutan kecil berupa hal-hal yang disukainya. Makanan atau cemilan favoritnya, atau hal-hal lain yang selalu diimpikannya. It’s just a simple thing, tapi cukup spesial untuk membuatnya excited😉

Sederhana, tapi penuh arti….

Setiap pasangan pasti juga punya momen-momen spesial, kenangan mesra berdua yang tidak akan pernah diceritakan kepada orang lain. Memiliki anak, melihat mereka lahir dan menjadi besar, melihat mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi shalih harapan orang tua.

Maka nikmatilah proses itu. Membesarkan anak dan melewati hidup bersama orang paling terkasih…

~ Teruntuk yang terkasih, teruslah menjaga cinta ini bersamaku. Tidak hanya secara substansial tapi juga secara aplikatif. Karena menumbuhkan cinta memang lebih mudah daripada merawatnya. Dan bila cinta itu mulai mekar di hati kita, sungguh aku ingin membuatnya berkembang dan terawat…

*Sebagian artikel dikutip dari majalah Parenting edisi Juni 2005.

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Google ]

6 thoughts on “Mengukuhkan Kemesraan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s