Love Your Own Writing Style!

beauty-begins-2

Pagi ini iseng buka-buka Tumblr archives. Scroll-scroll.. Sampailah di timeline tahun 2013. Banyak tulisan dan postingan bagus yang sayang banget kalo nggak dishare ulang. Jadilah pagi ini saya flooding timeline FB teman-teman dengan repost postingan lama.

Boleh dibilang Tumblr ini bagi saya adalah sosmed yang “gue banget”. Ketika membukanya, saya bagaikan masuk ke dalam dunia lain. A wonderland. Saya merasa menemukan tempat yang begitu memahami isi hati dan segala ide-ide yang hinggap di kepala.

Di Tumblr, saya mengagumi banyak tulisan. Tiap penulis dengan ciri khasnya, membuat timeline Tumblr begitu berwarna. Yang follow Tumblr saya dari awal 2012 pasti paham deh siapa saja penulis yang saya maksud :’)

Banyak tulisan-tulisan mereka yang saya reblog, bahkan saya repost ulang di WP dan sosmed lainnya. I found it really worth to be reblogged or reposted on my social media timeline.

Saya mengagumi tulisan-tulisan mereka. Saya dibuat takjub oleh cara mereka berpikir dan merasa. Saya suka gaya mereka mengungkapkan isi pikiran lewat kata-kata. Saya salut dengan konsistensi mereka dalam berkarya.

Tulisan-tulisan mereka, sedikit banyak mengubah perspektif saya. Sedikit banyak mempengaruhi cara saya dalam memandang sesuatu. Tulisan-tulisan mereka banyak menginspirasi diri, gaya menulis, dan karya-karya saya.

Dari mereka saya belajar memilih kata, menggunakan tanda baca yang tepat, memilih judul yang pas, hingga belajar bagaimana menghadirkan tulisan yang hidup dan menghidupkan.

Mereka adalah satu dari sekian banyak inspirator saya dalam menulis. Mereka tanpa sadar, menyemangati saya agar terus maju dan mengembangkan diri. Agar terus belajar tanpa henti. Agar tetap teguh memegang komitmen, untuk terus aktif menulis, apapun yang terjadi.

Tapi…

Mereka adalah mereka, dan saya adalah saya. Mereka hadir dalam dunia saya sebagai penyumbang ide dan gagasan, sebagai mentor tak resmi yang mengajarkan saya akan banyak hal, terutama dalam dunia blogging dan tulis menulis.

I am me. And I want to be known by my own name, my own writings, with my own style. I write to express, not to impress. Not to gain followers nor for the sake of fame and popularity.

Be honest and be yourself

Jujur dan jadilah diri sendiri ketika menulis. Kita boleh terinspirasi dari banyak penulis dengan karya-karya mereka yang patut diacungi jempol, tapi selebihnya, milikilah gaya menulis sendiri.

Mengapa? Karena kita (baca: saya) menulis untuk menyenangkan diri sendiri, bukan orang lain.

Karena, akan sulit menyenangkan semua orang dengan tulisan yang saya buat.

Dan karena, dari apa yang saya tulis, saya ingin dikenal sebagai saya, bukan sebagai orang lain.

Ketika saya mengagumi karya orang lain, saya tidak mengizinkan diri saya mengimitasi karya orang lain, menjiplak gaya menulisnya habis-habisan atau mencurinya untuk kemudian diakui sebagai karya saya sendiri.

No. It’s such an insult to them, and an insult to myself.

Ketika saya mengagumi karya orang lain, maka saya akan menghormati mereka semampu saya.

Saya akan menyertakan mereka dalam credit tulisan yang saya salin, atas nama mereka.

Saya akan dengan bangga mengakui bahwa itu bukan karya saya, tapi karya penulis yang saya kagumi.

Saya tidak akan meniru gaya menulis mereka habis-habisan, hanya karena saya suka dengan tulisan-tulisan mereka.

Saya adalah saya, mereka tetaplah mereka. Kami adalah individu yang berbeda, menghasilkan karya berbeda, memiliki style yang berbeda pula. Meski punya satu kesamaan, yaitu menuangkan isi hati dan kepala lewat kata-kata.

Jangan pernah takut kehabisan ide atau khawatir ide kita dicuri orang lain. Trust me, ide itu bisa dicuri.. tapi kreatifitas, tidak. Karena isi kepala tiap manusia berbeda. Dan cara mereka mengungkapkannya, pasti berbeda pula.

Seandainya ada 10 orang diberi kesempatan untuk menulis dengan sebuah tema yang sudah ditentukan, maka pasti hasilnya tidak akan ada yang sama persis. Jika ada yang sama persis, maka bisa dipastikan bahwa salah satunya memplagiat karya orang lain.

Your writing style, your identity

Saya percaya, tiap orang punya ciri khas tersendiri dalam menulis. Dan itulah yang membedakan tiap penulis, sebuah identitas. Sesuatu yang tidak akan tertukar.

Tiap penulis pasti memiliki pola tertentu dalam menyampaikan ide dan gagasannya. Setiap penulis, punya gaya menulis yang khas. Yang ketika sekilas dibaca, orang lain langsung tahu itu karya mereka.

Buku-buku yang kita baca, influencenya amat besar terhadap cara kita berbahasa dan memilih kata, terhadap cara kita berpikir, juga cara kita menulis..

Dan ini saya rasakan benar. Bacaan-bacaan yang saya baca sangat mempengaruhi gaya saya dalam menulis. Terinspirasi, tapi bukan mengimitasi.

Banyak penulis yang hasil karya maupun gaya mereka dalam bertutur saya kagumi sejak kecil hingga sekarang. Sadar atau tidak, boleh jadi gaya menulis saya saat ini merupakan sumbangan inspirasi dari mereka semua.

Tapi mereka adalah mereka, saya tetaplah saya. Masing-masing penulis punya kelebihan dan kekurangan. In a world full of amazing writers, I choose to be my authentic self.

Saya tidak akan membiarkan diri mengimitasi orang lain. Adapun karya-karya yang saya kagumi, biarkan ia menginspirasi diri, tidak lebih. Sebagai masukan dan koreksi agar kelak saya bisa berkarya lebih baik lagi, lagi, dan lagi.

 

imitation

Be inspired, but don’t copy. Kita boleh saja terinspirasi, tapi tidak berarti mengubah diri menjadi seseorang yang sama sekali bukan kita. There’s a fine line between being inspired and being copycat.

Saya percaya, bahwa menjaga amanah ilmiyah adalah satu dari tolok ukur ketinggian adab seorang penulis dan penghasil karya.

Dan saya percaya, penghargaan terhadap diri dan karya sendiri itu sangat penting adanya.

Jika kita tulus mencintai diri sendiri apa adanya, tentu kita tak akan sibuk untuk meniru gaya orang lain dan mencoba menjadi seseorang yang sama sekali bukan kita.

Setiap penulis itu istimewa, begitu juga dengan hasil karya mereka.

Banggalah dengan dirimu dan hasil karyamu, banggalah dengan apa adanya dirimu. Hargai dirimu dan hasil karyamu, dengan menghargai penulis lain dan hasil karya mereka.

Love your own writing style, and keep improve!  😉

~ Jakarta, on a peaceful Friday morning.. last days of 2016…

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Pinterest ]

Advertisements

2 thoughts on “Love Your Own Writing Style!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s