Tak Ada Ruginya Menurut

clouds

“Mi, bawa payung, yang besar…,” seru suamiku saat kami akan pergi berbelanja bersama si kecil di suatu pagi yang cerah. Saya cemberut dan menolak. “Wong  hari ini cerah, kok!”.

Saya jujur saja, tidak suka ribet. Malas, mau masuk ke tempat rame, bawa-bawa payung seakan menantang hujan. Payung besar lagi.  Memang ada tempat penitipan barang, tetapi jarak dari pintu masuk kesana cukup jauh. Tidak enak dilihat orang lain.

“Bawa saja. Sekarang cuacanya tidak teratur.  Jangan sampai kita kehujanan, terutama jangan sampai si Adek kehujanan,” seru suami dengan nada memaksa sambil  membetulkan posisi gendongan Adek di pundaknya.

Akhirnya saya pun masuk rumah lagi untuk  mengambil payung. Sepanjang acara belanja saya masih sedikit ngomel-ngomel. Karena masih kesal tadi masuk ke tempat perbelanjaan sambil menenteng payung besar, sebelum dititipkan. Memasang wajah cemberut, tapi sambil melirik-lirik curi-curi pandang kearah suami yang menggendong  Adek.

Ketika sedang sibuk mencari-cari barang yang akan dibeli -yang sudah tercantum  dalam list belanjaan kami- tiba-tiba terdengar suara petir. Seketika pandangan saya teralih ke atap kaca. Langit yang semula  cerah, seketika mendung. Awan pekat menggumpal di atas sana.

Saya masih kaget karena hujan yang turun tiba-tiba. Belum habis kaget saya, terdengar celetukan suami berkomentar..

“Alhamdulillah, benar pepatah: sedia payung sebelum hujan. Enak juga ya payung sebesar ini, sanggup menaungi kita semua. Ribet dibawa-bawa ketika terlipat, tapi berguna saat hujan. Air tempiasnya hanya sedikit. …Hehehe… Tuh kan, tidak ada ruginya menurut!”

Suami berkata dengan nada riang  sedikit meledek, seperti mengandung kemenangan. Meski masih agak dongkol, tak  kuasa saya menolak satu kata pun dari komentar suami barusan.

Alhamdulillah ya Allah, memang benar, suami itu untuk ditaati. Tidak ada ruginya mengalah dalam anjuran yang mengandung  kemaslahatan. Ada hikmah dalam ketaatan. Tentu saja, taat kepada suami sepanjang tidak dalam rangka bermaksiat kepada Allah  Ta’ala.

🙂

~ Diketik ulang dari majalah Nikah Sakinah Vol. 7 No. 6, originally posted on my Facebook notes, 4 June 2009 at 18:09.

© aisyafra.wordpress.com

[ image source: Tumblr ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s